Meme dalam Pilbup Jember


Pasangan yang Tertukar

Pasangan yang Tertukar

Ndak usah mbahas yang berat-berat kali ini. Biasanya saya menulis di blog ini menggunakan bahasa yang baku cenderung kaku. Karena mencoba santai, maka bahasa yang saya gunakan dalam tulisan kali ini cenderung menyalahi aturan penulisan. Maaf yang mbaca Pengertian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam blog ini.

Baru saja mencari pengertian meme di wikipedia. Kalau ingin tahu, pembahasan panjang lebar mengenai meme, silakan langsung cari di Wikipedia aja. Di sini hanya akan dibahas tentang meme yang berkembang di dunia maya saat kontestasi (waduh bosone kok abot yo, ralat: perlombaan) menjadi pemimpin Jember.

Dalam tulisan ini yang dibahas cuma meme berupa gambar. Yang dimaksud gambar juga meliputi tulisan yang ada di gambar tersebut, termasuk hasil penangkapan (capture atau printscreen) dari berita dan bentuk postingan tulisan lain.

Secara garis besar, ada dua jenis meme yang muncul dalam peredaran, yaitu meme ofensif dan meme defensif, (duh bosone keduwuren). Istilah lainnya meme yang menyerang pihak lawan dan meme yang mempertahankan argumen. Meme yang ofensif biasanya menyerang kebijakan lawan atau tulisan-tulisan lawan.

Contohnya, akun-akun pendukung nomor satu sempat ramai membahas tentang kesalahan akun pendukung calon nomor dua. Sebabnya sederhana, ada akun yang memberikan alasan mengapa memilih pasangan normor dua. Yang menjadi titik serangan yang dihajar habis-habisan adalah poin kelima dalam alasan tersebut. Poin kelima menjadi bahan olok-olok karena berbunyi kurang lebih: Berpengalaman sebagai Walikota Surabaya. Jelas saja ini menjadi hanataman keras bagi pendukung Faida yang selama ini diidentikkan dengan mendapat dukungan dunia maya dari akun-akun berbayar.

Fenomena yang juga marak di jagat perfesbukan Jember, khususe fesbuke timses guran se, adalah meme yang dimemekan kemudian dimemekan lagi. Weslah mbulet pokoke. Tak jarang pula perang gambar tersebut memantik ketegangan, sebenarnya memang hanya ketegangan komentar atau debat kusir. Karena sebenarnya orang Jember itu selalu cinta damai, tidak pernah tuh sampai bentrok yang tidak-tidak.

Yang juga tak kalah menarik, pola penyebaran meme yang diproduksi. Jika dilihat sekilas, meme yang diproduksi oleh simpatisan nomor satu, lebih banyak dibagikan melalui dindingnya sendiri. Sekaligus lebih bervariasi, baik desain, bentuk, karakter, dan konten alisa isinya. Sedangkan untuk meme yang dibuat oleh simpatisan, mungkin lebih tepatnya tim desainnya, cenderung sama dan dibagikan selain melalaui wallnya sendiri dengan mengetak (eh ngetag) lawan maupun kawan, juga dengan cara membombardirkannya ke akun-akun simpatisan nomor urut satu. Mereka membombardirkannya menggunakan akun-akun kloning. (aku nduwe rencana nulis tentang akun kloning yang juga marak digunakan di pilbup kali ini. Dungakno yo rek).

Ngene ae, wong Jember kan terkenal asyik. Pandhalungan alias pur-campur bosone, budayane, logate, sak daerah asale yo macem-macem. Pokok ojok terprovokasi opo maneh gur akun kloning sing ra jelas. Timbang grambyang, westalah mari disek.

Jolali wong Jember, 9Desember, lan ayo kerjo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s