Kalau PDP Kahyangan Ditutup


Rencana tutup pdpPDP Kahyangan adalah satu diantara dua BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kabupaten Jember. Kiai Muqit dalam debat publik calon bupati Jember yang kedua mengatakan bahwa, ini merupakan satu-satunya badan usaha perkebunan yang ada.

PDP Kahyangan menjadi ngetop dan menjadi perbincangan di media cetak plus media sosial sejak Faida mengatakan akan menutupnya. Memang tidak muncul kata eksplisit “Saya akan menutup PDP”, tetapi calon bupati yang juga memimpin RS Alhuda Banyuwangi yang sedang menjadi sorotan ini berkata, “Kalau lagi tumbuh, ekspansi. Kalau pada titik tertentu konsolidasi, pada titik tertentu perusahaan dikecilkan. Bahkan pada titik tertentu perusahaan ditutup untuk menyelamatkan perusahaan” (silakan lihat beritanya di beritajatim.com).

Dengan pikiran yang sederhana dapat dikatahui bahwa ibu dokter ini menggunakan logika bisnis dalam keinginannya memimpin Jember. Karena hendak menutup perusahaan yang mungkin sedang tidak menguntungkan. Sah-sah saja jika itu dilakukan oleh seorang pengusaha. Tetapi ini Kabupaten, seorang pemimpin tidak patutlah menggunakan logika bisnis pengusaha. Bisa jadi rakyatnya dianggap pekerja. Kalau dianggap pekerja bisa saja dipecat kan? Wah, kalau mau dipecat dari rakyat terus mau jadi apa? Semoga tidak sampai terjadi seperti ini.

Jika yang menjadi pertimbangan adalah keuntungan semata, mungkin PDP Kahyangan sudah ditutup sejak dulu. Tetapi yang harus juga diperhatikan adalah pekerja di perusahaan milik kabupaten Jember ini. Jika perusahaan ditutup berarti mereka tidak bisa bekerja lagi. Kalau tidak bekerja bagaimana mereka menghidupi keluarganya.

Memang PDP Kahyangan sedang terlilit masalah, tetapi solusinya bukanlah menutup karena terlalu banyak dampak negatifnya bagi rakyat Jember, khususnya para pekerjanya. Harus diusahakan dulu secara maksimal bagaimana perusahaan tersebut tetap bisa eksis.

Mungkin itu pula yang akhirnya disadari oleh Ibu Faida di akhir debat. Dia akhirnya mengatakan bahwa tidak ingin menutup PDP Kahyangan. Tetapi publik sudah terlanjur mengetahui bahwa apa yang dikatakan diawal secara reflek itulah yang ada di alam pikirannya. Itu merupakan suara hati yang sebenarnya.

Lalu apakah Pak Gik sudah bisa memberi solusi terbaik untuk mengatasi PDP Kahyangan? Jawaban belum. Tetapi setidaknya tidak ada usaha untuk menutup perusahaan yang memiliki banyak pekerja ini. Setidaknya ada itikad baik untuk berusaha mempertahankannya.

Entahlah… Pokoke ojolali nyoblos rek… 9 Desember nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s