SALAM DUA JARI PERNAH BERJAYA DI JEMBER


Pilkada JemberDalam pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi-JK yang mengusung tagline salam dua jari berhasil memenangkan pertarungan di Jember. Di daerah pandhalungan ini Jokowi-JK dengan nomor urut dua menguasai perolehan suara dengan 694.751 suara (57,34 persen), sementara Prabowo-Hatta mendapat 507.428 suara (41,88 persen) (sumber: merdeka.com). Sungguh perolehan yang cukup mutlak.

Kemenangan Jokowi di Jember ini tentu berbanding lurus dengan besarnya dukungan untuk Jokowi JK baik dari partai politik pendukung maupun ormas pendukung. Saat itu Jokowi didukung oleh PDIP, PKB, Nasdem, dan Hanura. Perolehan suara PDIP dan PKB sangat signifikan untuk kabupaten Jember. Selain itu, ormas pendukung yang memiliki kantong massa besar di Jember juga mendukung Jokowi.

Jember selama ini dikenal sebagai kantong massa NU. Saat pilpres tersebut, Muslimat NU dan GP Ansor bersatu padu mendukung Jokowi mulai dari pusat hingga ranting-ranting di desanya. Kedua ormas ini memiliki garis koordinasi yang kuat di Jember. Beda dengan PCNU yang cenderung tidak terkomando dalam hal pilihan politik.

Mungkin karena kesuksesan itulah, Faida yang sekarang bertarung dalam pilkada Jember juga menggunakan slogan-slogan dan nomenklatur yang digunakan Jokowi. Jauh sebelum mendapatkan rekom Faida sudah menggunakan sloga “Faida adalah Kita”. Jokowi banget kan? Disusul lagi setelah mendapat rekom dari PDIP dan mendapatkan nomor urut dua, dia juga menggunakan “salam dua jari”. Begitu juga dengan program dan janji politiknya, Faida menggunakan kata “kerja” dalam “22 Janji Kerja Faida”. Jokowi banget kan?

Memang yang sukses pantas untuk ditiru. Dengan harapan meraih kesuksesan yang sama. Namun ada perbedaan. Namun, beda pilpres beda pilkada. Apalagi pilkada di Jember. Setidaknya ada dua faktor besar yang membedakan suasana pilpres dan pilkada di Jember yang akhirnya juga (dapat) memengaruhi kecenderungan pemilih.

Pertama mengenai akses terhadap media. Hingar bingan pilpres jauh lebih riuh daripada pilkada yang hingga sekarang (1,5 bulan menjelang 9 Desember) masih terkesan adem ayem. Hanya ramai di media sosial. Itupun lebih banyak dikuasai akun anonim. Tak heran karena masyarakat Jember lebih suka nonton teve daripada baca koran. Sementara ini akses sebagian besar warga Jember terhadap koran masih rendah. Sebenarnya sudah ada teve lokal Jember yang bisa dijadikan media kampanye, namun aksesnya juga masih terbatas pada jaringan teve kabel. Sedangkan tidak semua rumah di Jember, khususnya di pedesaan, memiliki akses ke situ. Akhirnya, upaya untuk meniru Jokowi kurang diketahui oleh khalayak ramai.

Kedua, mengenai ormas pendukung. Seperti yang telah dikatakan di atas, bagaimanapun juga Jember masih identik dengan NU. Sementara ini, kekuatan NU yang terkoordinir dengan baik di Kabupaten Jember ada dalam banom GP Ansor dan Muslimat NU. GP Ansor yang juga sebenarnya setali tiga uang dengan PKB karena pengurus Ansor juga orang PKB dan Muslimat NU Jember serta GP Ansor dan Muslimat NU Kencong, dalam pilpres mendukung Jokowi karena di ring satu Jokowi ada Khofifah Indah Parawansa (Ketua Umum Muslimat NU) dan Nusron Wahid (waktu itu Ketua Umum GP Ansor).

Sekarang, PKB dan Ansornya serta Muslimat ada di kubu nomor satu. Masihkah perolehan suara salam dua jari bisa signifikan melebihi pasangan nomor satu? Akankah hasil penghitungan akhir pilkada 60% untuk nomor dua dan 40% untuk nomor satu? Mengingat penjelasan di atas, tentu tak semudah itu. Suara PKB plus suara Muslimat NU berapa persen dari itu semua. Tanpa memandang remeh tim dan ormas pendukung di luar GP Ansor dan Muslimat NU di kedua belah pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember. Sepertinya berat untuk Salam Dua Jari mampu untuk mampu mengusai kembali Jember. Namun, siapapun yang menang adalah kehendak tuhan yang memberikan hak manusia (rakyat Jember) untuk memilih pemimpinnya. Siapapun yang menang karena takdirnya menang. Siapa yang kalah memang takdirnya kalah, bukan karena kecurangan tetapi karena sudah takdir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s