Hari Santri Nasional, Pentingkah?


Hari Santri Nasional, pentingkah?Penetapan 22 Oktober sebagai hari santri nasional menjadi pergunjingan. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Yang setuju adalah kalangan NU. Menurut portal beritagar.id tagar alias hestek hari santri nasional sudah ditulis lebih dari 5.500 kicauan. Umumnya akun-akun tersebut berafiliasi dengan NU. Maklum 22 Oktober diambil karena bertepatan dengan Resolusi Jihad yang difatwakan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Diyakini pula bahwa seruah jihad tersebut yang mengilhami peristiwa 10 November yang ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Selain NU, ketika dicari di google dengan kata kunci “penetapan hari santri nasional” yang menyetujui adalah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Di lain ormas Islam Muhammadiyah menolaknya. Berdasarkan surat terbuka Din Syamsuddin dan surat dari PP Muhammadiyah kepada Presiden tentang penolakan 22 Oktober sebagai hari santri nasional ada dua inti. Yaitu ketakutan adanya dikotomi santri dan non-santri (abangan), juga penetapan tanggal 22 Oktober karena “terlalu NU”.

Salah satu akun yang memberikan pemaparan mengenai alasan pentingnya hari santri adalah www.twitter.com/sahal_as. Dalam cuitannya di twitter dia menjelaskan betapa penting peran kaum santri (islam) dalam proses lahirnya NKRI, selain dari kelompok yang dianggap bukan santri. Menuru @sahal_as, pengakuan tersebut penting sebagai wujud pengakuan dan peneguhan NKRI sebagai harga mati, di tengah gempuran ormas Islam trans-nasional yang mencoba mengubah bentuk NKRI menjadi negara Khilafah.

Tidak masalah munculnya polemik dan perdebatan-perdebatan tersebut. Meskipun yang membuat cukup miris adalah komentar-komentar yang ‘disetujui’ oleh admin nasional.kompas.com. Komentar yang dibiarkan bertengger terlalu rasis dan sara. Terlalu banyak hinaan. Ini justru yang dapat memecah belah.

Jokowi sebagai presiden, hanya berusaha menepati janji kampanyenya. Sebenarnya pencanangan hari santri nasional ini sudah jauh-jauh hari. Salah satunya digelar di Alun-alun Jember saat peringatan 1 Muharram setahun yang lalu. Waktu itu, yang diusulkan sebagai hari santri nasional adalah 1 Muharram agar tidak mengganggu hari libur nasional.

Entah usul dari mana, mungkin PBNU. Hari santri ditetapkan pada 22 Oktober tanpa libur. Mungkin yang libur adalah sekolah-sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif ataupun di pesantren-pesantren NU. Akhirnya, ada yang mengatakan bahwa penetapan hari santri nasional memiliki tendensi politik.

Sebenarnya pentingkah penetapan Hari Santri Nasional? Ini adalah pertanyaan tidak penting. Maka, tidak perlu dijawab dalam tulisan ini.

Yang perlu menjadi titik pertanyaan. Siapakah santri? Apa definisinya? Mungkin itu yang perlu kita renungi dulu. Sementara referensi di google.com ketika dicari “pengertian santri” sangat minim sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s