Catatan Seorang Penjaga Ujian


Cara menjadi penjaga ujian yang baik dan benar*

Dilihat dari judulnya, sepertinya tulisan ini akan menjadi tulisan yang sangat berat. Jika Anda menduga seperti itu, maka itu salah. Ini hanay tulisan ringan sekenannya yang ditulis oleh penjaga ujian sekolah dan ditulis ketika menjaga ujian. Hal yang paling membosanan adalah menunggu. Begitulah kredo yang kita sepakati. Waktu seakan berjalan amat sangat lambat sekali. Ketika kita merasa senang maka waktu akan terasa sangat cepat berlalu, tetapi ketika kita sedang merasa sedih, susah, dan bosan. Maka waktu akan berjalan lamaaa sekali.

Dalam sebuah acara televisi yang membahas hukum reltivitas waktu dicontohkan begini. Seorang suporter bola, karena kita adalah orang Indonesia, sebut saja ketika Timnas bertanding. Ketika melawan Malaysia misalnya, pada menit ke delapan puluh Timnas unggul 1-0. Maka sepuluh menit terakhir akan terasa lebih lama daripada 80 menit sebelumnya. Apalagi kalau Timnas sedang diserang secara bertubi-tubi. Kebalikannya ketika di menit ke-80 Timnas kemasukan 0-1. Maka 10 menit tersisa akan terasa sangat cepat. Jadi, apakah waktu ada di otak kita, atau ada di hati kita. Entahlah.

Hal-hal normatif yang perlu dilakukan oleh penjaga ujian adalah:

  1. Membagikan soal, lembar jawaban. Di sekolah saya, ada tambahan yang harus dibagikan yaitu pensil, penghapus, dan alas, karena ketiganya disediakan oleh sekolah.
  2. Membacakan tata tertib ujian. Ini sangat jarang sekali dilakukan. Toh sudah sama-sama tahu (mungkin).
  3. Memandu peserta ujian untuk mengisi identitas di lembar jawaban, apalagi LJK (lembar jawaban komputer) yang dikoreksi alat pemindai. Terkadang penjaga ujian alai dalam hal ini. Masih saja disebut LJK padahal sebenarya LJM (lembar jawaban manusia), karena yang mengoreksi adalah gurunya dengan kunci mika transparan yang ditandai dengan spidol permanen. Di sini sering seorang guru melakukan pembohongan publik, di situ kadang saya merasa sedih.
  4. Mengisi berita acara.
  5. Mengecek satu persatu LJK atau LJM siswa.
  6. Mengumpulkan lembar soal.
  7. Mengumpulkan lembar LJK atau LJM sesuai nomor urut peserta. Jika penjaga sedang malas, maka yang disuruh ngurutkan peserta sendiri, padahal peserta ujian adalah pelajar, bukan tukang urut.
  8. Menenangkan siswa, padahal ini adalah hal yang paling sulit dilakukan. Apalagi rata-rata peserta ujian hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menjawab 50 butir soal pilihan ganda. di sini saya kadang merasa sedih lagi. Betapa tidak, soal yang susah payah tinggal dijawab dengan metode sakti mandra guna pak pak tung, kalau tepak (tepat) untung. Padahal lebih banayk tidak tepatnya, jadi lebih banyak buntungnya. Peluang tepatnya hanya 25%.
  9. Harus selalu senyum, kalau perlu senyum tiga jari. Padahal adanya juga sudah ada salam tiga jari. ini mana yang harus dilakukan.

Begitu banyak tugas yang harus dilakukan oleh seorang penjaga ujian bukan?

Tetapi ada satu lagi yang paling membuat penjaga ujian sangat tersiksa yaitu menunggu jam berakhir. Bayangkan saja, waktu ujian 120 menit alias 2 jam. Peserta ujian selesai mengerjakan 30 menit, masih tersisa 90 menit. Bertarung menenangkan siswa yang tidak melakukan apa-apa adalah sesuatu yang berat. Mereka tidak punya kesibukan, tetapi harus diam. Hal yang luar biasa. Luar biasa sulitnya.

Maka ada beberapa trik yang dilakukan oleh beberapa pengawas ujian. Dulu ketika saya masih menjadi peserta ujian, para pengawas ruang biasanya membaca koran atau buku. Sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi, karena dunia sudah dalam genggaman masing-masing melalui telepon pintar.

Berikut ini beberapa hal yang dilakukan oleh penjaga ujian untuk melalui waktu membosankan dan untuk berperang melawan relativitas waktu:

  1. Mengerjakan tugas koreksi yang belum selesai. Biasanya ini dilakukan oleh guru yang memiliki jam mengajar yang banyak, dan belum sempat mengoreks di waktu dan tempat lain. Ciri-cirinya adalah membawa tumpukan LJM, dan identik dengan pulpen merah di tangan.
  2. Guru yang sedang kurang kesibukan, padahal menjadi guru sebenarnya selalu sibuk, mulai dari menyiapkan perangkat, materi, administrasi kelas dan sebagainya dan sebagainya, maka guru tersebut akan menggenggam dunia. Meskipun yang dilihat dan di utek-utek sebenarnya hanyalah situs milik Mark Zukerberg, wajah buku.
  3. Bagi guru yang kurang kerjaan lain dan sok idealis dan sok literalis, maka dia akan mengeluarkan laptop lengkap dengan cargernya (karena baterai laptop sudah ngedrop) untuk ‘menulis’. Sebuah kata yang waw sekali. Padahal yang ditulis tidak jelas. Dan tidak mungkin ada penerbit atau koran yang mau memuat.
  4. Guru yang kreatif desain, dan bercita-cita menjadi desainer grafis (padahal sudah jelas jadi guru, masih saja bercita-cita menjadi desainer grafis) maka dia akan membawa secarik, mungkin bercarik-carik kertas dan dengan gaya berpikir dan mengerutkan dahi, sok mikir dan menelaah keindahan.
  5. Ada satu lagi hal yang paling efektif untuk melawan relativitas waktu, yaitu tidur. Semua orang yang tidur tidak akan pernah merasakan bahwa tidurnya lama. Jika tidur Anda tidak ngiler silakan tidur saja saat menjaga ujian.

Begitulah. Anda boleh saja menambahkan tips dan trik di atas. Jika Anda pernah bertugas sebagai penjaga ujian maka daftar di atas akan sangat panjang sekali. Atau setidaknya Anda pernah menjadi peserta ujian. Anda akan dapat menambah daftar di atas sesuai dengan pengalaman ketika melihat penjaga ujian dulu.

Khusus tips nomor 3, itu adalah pengalaman saya sendiri. Tulisan ini tertulis ketika menjaga ujian di hari kedua. Ujian Sekolah di SMP PGRI Jenggawah. Tulisan di hari pertama sukses terkirim ke Radar Jember, tetapi belum tentu sukses termuat oleh koran kebanggaan warga Jember tersebut. Tentu penjabaran no 3 sangat relevan bagi diri saya sendiri. Jangan Anda bayangkan tulisan yang dikirim ke koran tersebut karena itu bukan sesuatu yang penting. Momen, waktu, suasana, penulisannya sama persis dengan tulisan yang sedang Anda baca ini. Pasti sama persis, atau setidaknya tidak jauh beda. Keduanya sama. Sama-sama tidak penting.

 

* Versi saya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s