Makna Kata Koalisi dan Oposisi


Koalisi dan oposisi menjadi kata yang kembali sering diucapkan akhir-akhir ini. Pada masa kampanye partai politik sudah mulai berandai-andai. Ada yang memastikan tidak akan menjadi oposisi, ada yang membuka peluang menjadi oposisi sekaligus berpeluang menjalin koalisi dalam pencapresan dan pemerintahan periode 2014-2019. Sejauh ini, yang terlihat hanya adanya tanda-tanda koalisi. Jalinan koalisi akan tampak lebih jelas pasca-pemilihan legislatif. Melihat jumlah partai, hasil survei, dan ambang batas jumlah suara yang dapat mengusung calon dalam pilpres mendatang, tidak ada partai yang mampu mengusung capres-cawapres tanpa berkoalisi. Setelah itu, baru akan terlihat jelas, mana yang menjadi partai koalisi ataukah oposisi penguasa.

Sejauh ini koalisi dan oposisi diposisikan sebagai kata yang saling berlawanan. Kalau tidak berkoalisi berarti menjadi oposisi. Dalam kamus koalisi hanya diberi satu makna ‘kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen’. Kata koalisi termasuk dalam istilah bidang politik. Ada dua bidang untuk istilah oposisi. Untuk bidang politik, oposisi dimaknai sebagai ‘partai penentang di parlemen yang mengkritik pendapat atau kebijakan politik penguasa’. Dalam bidang linguistik, dimaknai sebagai ‘pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan inti’.

Berdasarkan pengertian kamus seperti yang disebutkan di atas, koalisi bukan antonim dari oposisi. Koalisi bersinonim dengan aliansi, asosiasi, dan federasi, yang bermakna ‘bergabung’, sedangkan oposisi bersinonim dengan antagonisme, dan antitesis yang bermakna ‘bertentangan’. Jadi, bisa jadi oposan (orang atau kelompok yang beroposisi) juga melakukan koalisi dengan sesama oposan.

Lalu bagaimana penggunaan kedua kata tersebut dalam masyarakat? Makna kata koalisi dan oposisi sebenarnya sudah lebih luas melampaui pemaknaan yang ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2008. Koalisi tidak hanya dilakukan oleh beberapa partai politik, koalisi juga digunakan untuk istilah bergabungnya beberapa elemen masyarakat selain partai politik. Misalnya Koalisi Masyarakat Sipil, tentu yang dimaksud bukanlah kerjasama antara beberapa partai politik masyarakat sipil. Begitu juga dengan oposisi. Sikap menentang tidak hanya bisa dilakukan oleh partai politik. Organisasi masyarakat juga bisa mengambil sikap oposisi atau menentang kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat.

Adalah Aburizal Bakrie, ketua umum Partai Golongan Karya yang mengatakan bahwa Golkar tidak akan menjadi partai oposisi, karena menurutnya dalam demokrasi Pancasila tidak ada partai oposisi. Dalam hal ini oposisi dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Begitu pula Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjadi oposan selama sepuluh tahun terakhir tidak mau disebut sebagai partai oposisi, PDIP lebih senang disebut sebagai partai penyeimbang.

Oposisi selama ini dimaknai sebagai sikap suka mengkritik, menentang, dan melawan kebijakan pemerintah. Makna oposisi yang lain cenderung diabaikan. Selain sebagai istilah bidang politik, oposisi juga merupakan istilah dalam bidang linguistik yang memiliki makna ‘pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti’. Dalam pembagian dan jenis-jenis oposisi dalam bidang linguistik, oposisi mengandung arti ‘pasangan’ di samping makna ‘lawan’. Sebenarnya ‘pasangan’ dan ‘lawan’ adalah serupa meskipun tidak sama. Contoh sederhana siang lawannya malam, tetapi siang dan malam juga pasangan dalam pembagian waktu dalam satu hari.

Berdasarkan pemerian makna koalisi dan oposisi di atas, sebenarnya kedua hal tersebut bisa dilakukan sekaligus oleh satu orang atau satu kelompok yang sama. Setelah pemilu dan pilpres mendatang, semoga koalisi yang dibentuk bukan hanya untuk bagi-bagi kue kekuasaan. Semoga hati wakil yang terpilih dan yang diwakili juga bisa berkoalisi sehingga benar-benar bisa mewakili kepentingan rakyat. Harus ada oposisi yang menjadi pasangan penguasa, layaknya siang adalah oposan malam. Menjadi oposisi pun wajib hukumnya bagi anggota partai koalisi pemerintah jika ada kebijakan pemerintah yang salah. Jangan takut menjadi oposan ketika terjadi ketidakberesan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s