Analisis Puisi Lirik Lagu Karya Letto “Sejenak”: Contoh Penerapan Analisis Struktural Puisi


Analisis berikut ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan, contoh, dan materi pembelajaran puisi. Sebagai pembuka, siswa diajak untuk menyanyikan lagu-lagu Letto bersama-sama, khususnya lagu yang berjudul ‘Sejenak’.

BACA JUGA: Analisis Lirik Lagu ‘Kemesraan’ Karya Iwan Fals

Sejenak

sebelum waktumu terasa terburu

sebelum lelahmu menutup mata

adakah langkahmu terisi ambisi

apakah kalbumu terasa sunyi

 

luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu

berikanlah rindumu pada denting waktu

luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu

dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

 

sebelum hidungmu terhalang nafasmu

sesudah nafsumu tak terbelenggu

indahnya membisu tandai yang berlalu

bahasa tubuhmu mengartikan rindu

 

luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu

berikanlah rindumu pada denting waktu

luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu

dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

 

yang tak semu

yang tak semu

dan tak semudah itu

 

Letto adalah grup band yang dimotori oleh Noe. Vokalis yang bernama asli Sabrang ini merupakan anak seorang budayawan, sastrawan, dan cendekiawan muslim yang terkenal Emha Ainun Najib. Mungkin karena darah seni dan darah ‘kiai’ mengalir di tubuhnya lirik-lirik lagu yang diciptakan Noe bersama Letto juga mengandung makna filosofis dan sufisme. Hal inilah yang tampak dalam lagu yang berjudul Sejenak di atas.

Dalam tulisan ini dilakukan pendekatan analisis puisi dengan asumsi bahwa lagu adalah puisi yang dinadakan.

 

KEINDAHAN

Ada beberapa hal yang membuat lirik lagu Sejenak menjadi ‘enak’ didengar. Di antaranya adalah penggunaan rima (bunyi akhir); aliterarsi dan asonansi, ritme, pilihan kata (diksi), dan penggunaan majas, serta pencitraan.

Rima terdapat dalam bait ketiga. Dalam bait ketiga masing-masing baris diakhiri dengan huruf u. Tidak hanya dalam bait ketiga. Mayoritas baris dalam lirik lagu di atas juga diakhir dengan huruf /u/.

Aliterasi (perulangan bunyi konsonan) dan asonansi (perulangan bunyi vokal) muncul dalam bait pertama. Baris pertama teradapat aliterasi /t/ dan asonansi /u/.

Sebelum watumu terasa terburu

Aliterasi /m/ terlihat pada bari kedua.

sebelum lelahmu menutup mata

Penggunaan yang kata yang hampir serupa dan berawalan serupa juga memunculkan efek keindahan tersendri. Hal ini tampak pada penggunaan kata terasa, terburu, dan tarisi. Pada bait terakhir penggunaan kata semudah yang dilafalkan semu-dah memiliki kemiripan bentuk dengan kata semu (yang berarti samar) yang digunakan lebih dulu.

Keindahan dalam lirik lagu Sejenak juga dibangun dengan adanya penggunaan ritme yang pas. Ritme tersebut antara lain muncul dalam frasa berikut: terasa terburu; terisi ambisi; warna kemesraan; dan denting waktu.

Penggunaan kata bermakna konotasi (tidak sebenarnya) juga turut serta memperkuat keindahan lagu tersebut. Kata yang bermakna konotasi yang terdapat dalam puisi tersebut adalah hidung. Hidung memiliki makna (denontasi) sebagai organ tubuh berfungsi sebagai jalan udara ketika bernafas. Akan tetapi dalam lirik lagu tersebut hidung dimaknai sebagai nyawa.

Majas yang dipakai dalam lirik lagu di atas antara lain:

  • Sinekdok pars prototo (sebagian yang mewakili keseluruhan), Majas ini terdapat pada baris:

sejenak detik dalam hidupmu

yang dimaksud bukan hanya detik, tetapi waktu yang cukup singkat. Hanya beberapa menit saja.

  • Personifikasi (benda mati bertindak seperti manusia):

Indahnya membisu.

Sesudah nafsumu tak terbelenggu (belenggu = pasung yaitu alat untuk mengikat kaki atau tangan yang terbuat dari kayu).

Dalam lirik lagu di atas terdapat pula gaya pencitraan. Pencitraan adalah hal yang dapat ditangkap dengan alat indra manusia. Dalam lirik lagu ini ada dua jenis pencitraan. Yaitu:

  • Citra penglihatan.

lihatlah warna kemesraan dan cinta

  • Citra pendengaran.

berikanlah rindumu pada denting waktu

apakah kalbumu terasa sunyi

BACA JUGA : PUISI DENGAN CITRAAN

 

PARAFRASE

sebelum waktu(hidup)mu terasa terburu (oleh ajal)

sebelum (rasa) lelahmu menutup mata(mu selamanya)

adakah langkahmu (sudah) terisi (dan berhasil menggapai) ambisi (dan cita-cita)

apakah kalbumu (justru masih) terasa sunyi (tanpa harapan)

 

luangkanlah sejenak (waktu meski beberapa) detik dalam hidupmu

berikanlah rindumu pada denting (panggilan) waktu (salat/azan)

luangkanlah sejenak detik (untuk salat) (meski) dalam (keadaan) sibukmu

dan lihatlah (dan rasakan) warna (macam-macam) kemesraan dan cinta (dari tuhan)

 

sebelum hidungmu terhalang (tak bisa menghela) nafasmu

sesudah (kau biarkan) nafsumu tak terbelenggu (dan melakukan kemaksiatan)

indahnya (hidup sudah) membisu tandai (kelakuan) yang (sudah) berlalu

bahasa tubuhmu mengartikan rindu (kepada Tuhan)

 

(cinta) yang tak semu

(hanya cinta Tuhan) yang tak semu

dan (untuk mendapatkan cinta tuhan) tak semudah itu

 

Dari parafrase lirik lagu di atas maka lagu tersebut dapat dimaknai sebai berikut:

Sebelum hidup terasa terburu oleh ajal dan harus meninggal dunia. Selama hidup manusia hanya mengejar ambisi, akan tetapi hati masih terasa sunyi dan sama sekali tidak merasa bahagia.

Sebelum meninggal maka luangkanlah waktu meskipun hanya beberapa detik (maksudnya sebentar) untuk menghadap Tuhan dalam salat. Salat yang dilakukan dalam setiap denting waktu ditandai dengan suara azan. Salat manusia akan mendapat kebahagiaan dan kedamaian (warna kemesraan) karena mendapat cinta dari Tuhan.

Selama manusia masih hidup dan hidung masih bisa bernafas masih ada waktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Meskipun manusia sudah melakukan banyak kesalahan (sesudah nafsumu tak terbelenggu). Keindahan tidak akan didapat (membisu) karena kesalahan yang pernah dilakukan, hal itu akan tampak jelas pada kelakukaan (bahasa tubuhmu).

Maka salatlah, berserahlah kepada tuhan. Hal itu akan menunjukkan kedamaian, keindahan, dan ketentrama dalam kemesraan cinta Tuhan.

Cinta Tuhan yang tidak semu, tetapi sangat nyata. Meskipun untuk mendapatkan cinta dari Tak semudah yang dikatakan..

 

PEMAKNAAN

Lagu sejenak menggambarkan cara manusia untuk menenangkan diri dan mendapat ketentraman hati sehingga kalbu tidak menjadi sunyi yaitu dengan cara meluangkan sejenak waktunya untuk salat. Dalam lagu tersebut manusia hanya perlu meluangkan waktu sedetik saja. Penggunaan kata sedetik ini merujuk pada waktu salat yang sangat singkat di sela kesibukan yang lain. Salat maksimal hanya lima menit, sedangkan kegiatan lain bisa memakan waktu berjam-jam.

Salat (dalam artian tobat) harus dilakukan dan bisa dilakukan oleh setiap manusia selama masih bernafas. Sebelum menutup mata untuk selama-lamanya. Meskipun pernah melakukan perbuatan tercela (maksiat) yang membiarkan nafsu tidak terjaga. Meskipun keburukan sudah tampak melalui perilaku dan bahasa tubuh. Setiap manusia bisa berharap mendapat kemesraan dan cinta tuhan.

Maka untuk mendapatkan cinta Tuhan maka manusia harus salat setiap lima waktu sehari. Hanya cinta tuhanlah yang tak semu yang tak samar dan akan menjadi cinta yang abadi. Akan tetapi, untuk mendapatkan cinta Tuhan tidaklah semudah seperti mengucapkannya.

 

TEMA DAN AMANAT

Lirik lagu yang juga dapat disebut sebagai puisi dengan judul Sejenak ini bertemakan: Ketuhanan. Lebih khusus lagu tersebut bertema Kesempatan manusia hidup tentram dengan cinta tuhan.

Amanat yang terkandung di dalamnya adalah:

  1. Jika ingin hidup bahagia maka taatlah salat.
  2. Tuhan akan tetap mengampuni orang yang pernah melakukan kesalahan asalkan mau bertobat.
  3. Cinta tuhanlah yang sangat nyata, tetapi untuk mencitai Tuhan dan dicintai Tuhan tidaklah mudah. Maka, manusia harus terus berusaha menjadi baik.

 

Analisis di atas juga bisa diterapkan pada lagu yang berjudul “Sandaran Hati” ini.

 

yakinkah kuberdiri di hampa tanpa tepi

bolehkah aku mendengarMu

terkubur dalam emosi

dan tak bisa bersembunyi

aku dan nafasku merindukanMu

 

Terkurung ku di sini

teraniaya sepi

dan kutahu pasti kau menemani

dalam hidupku kesendirianku

 

teringat ku teringat pada janjimu kuterikat

hanya sekejap kuberdiri kulakukan sepenuh hati

peduli ku peduli siang dan malam yang berganti

sedihku ini tak ada arti jika kaulah sandaran hati

 

inikah yang kau mau benarkah ini jalanmu

hanyalah engkau yang kutuju

pegang erat tanganku bimbing langkah kakiku

aku hilang arah tanpa hadirmu

dalam gelapnya malam hariku

 

Semoga semakin banyak lagu yang berkualitas seperti ini. Bukan hanya “pokoke njoget” tetapi miskin makna. Mari bernyanyi mari menjadi baik.


 

 

Muntijo adalah akronim dari:

Muhammad Nasiruddin Timbul Joyo

   Twitter: @muntijo| Pin: 75CEB45A

5 thoughts on “Analisis Puisi Lirik Lagu Karya Letto “Sejenak”: Contoh Penerapan Analisis Struktural Puisi

  1. aku dadi eleng awakmu cerito nang aku tentang makna lagu sandaran hati, pas iku awake dewe jtj(juk tojuk) nang taman fkip unej

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s