Arti dan Asal-usul Golput: Ganti Golput dengan Goltam!


Setiap pemilu, baik pileg, pilpres, maupun pilkada (provinsi atau kabupaten/kota), ada satu masalah yang sulit diatasi: rendahnya partisipasi masyarakat. Tingkat partisipasi pemilih dalam setiap jenjang pemilihan sekitar 60 persen. Bahkan ada guyonan: yang menang bukan partai ini atau calon itu, tetapi pemenangnya adalah golput.

Entah siapa yang pertama kali membuat istilah golongan putih – diakronimkan jadi golput- untuk menyebut orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Mungkin istilah tersebut merujuk pada golongan yang tidak terlibat dalam warna-warna partai (merah, kuning, hijau, biru). Orang yang tidak memilih merasa dirinya putih, merasa bersih.

Padahal, orang tidak menggunakan hak pemilih adalah pengecut karena tidak mau berikhtiar (berusaha). Politik itu penuh intrik, tetapi bukan berarti tidak ada orang baik di antara para calon. Bukankah warga negara yang baik harus berpartisipasi dalam pemilu? bukankah umat beragama (lebih-lebih Islam) yang baik adalah yang mau berikhtiar? Berikhtiar untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat yang baik.

Maka, orang yang tidak mau memilih jangan lagi disebut golongan putih karena berkonotasi postif. Sebut saja mereka golongan hitam, yang berkonotasi negatif. Sebutan ini lebih cocok untuk mereka yang tak peduli pada keadaan bangsa. Agar lebih mudah diakronimkan menjadi: Goltam. Mulai sekarang, mari ganti golput jadi goltam!

2 thoughts on “Arti dan Asal-usul Golput: Ganti Golput dengan Goltam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s