Hikmah Menjadi Panitia Pilkades Sukamakmur 2013


Hikmah Menjadi Panitia Pilkades Sukamakmur 2013

Menjadi Panitia Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Sukamakmur 2013 menjadikan saya mengerti sedikit tentang banyak hal mengenai pilkades. Mulai dari proses pembentukan panitia, pembahasan tata tertib, proses pencalonan, verifikasi, hingga tahap pemungutan suara. Sebelumnya telah sedikit mengetahui pula mengenai pelaksanaan pemilihan bupati, karena telah menjadi anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di dusunku, Mangaran. Jadi, ini adalah pengalaman kedua sebagai penyelenggara pemilihan umum, meskipun dalam cakupan yang kecil.

Menjadi panitia pilkades sangat mudah, tidak seperti menjadi penyelenggara pemilu lain karena tanpa melalui tes ataupun pendaftaran. Panitia harian pilkades yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara dengan masing-masing satu wakil dibentuk oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang anggotanya terdiri dari perwakilan dari masing-masing dusun. Desa Sukamakmur terdiri atas 5 dusun, jadi perwakilan dari dusun Plalangan sebagai dusun dengan jumlah penduduk terbanyak mendapat dua jatah kursi di kepanitiaan. Selanjutnya anggota panitia yang terdiri dari koordinator bidang beserta anggotanya juga ditunjuk oleh BPD, masing-masing dusun mendapat jatah empat kursi dalam kepanitiaan. Salah satunya adalah saya, yang menjadi koordinator bidang Dokumentasi dan Dekorasi. Posisi yang sengaja saya minta karena kebetulan memiliki kamera.

Dalam proses pelaksanaannya mungkin nama bidang yang saya koordinatori salah, mungkin lebih tepatnya adalah koordinator bidang dokumentasi saja. Karena saya sama sekali tidak pernah mendekorasi apapun. Baik panggung saat pemilihan maupun panggung saat penyampaian visi-misi calon kepala desa. Semoga gaji yang saya terima bukan gaji buta. hehehe.

Tak perlu saya sampaikan panjang lebar mengenai proses pilkades ini karena dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan hikmah-hikmah yang saya dapat selama menjadi panitia pilkades. Tentunya selain honor. hehehe.

Pertama saya mengenal lebih banyak orang dalam satu desa yang ada di beberapa dusun, tentu dengan berbagai macam karakternya. Saya mengenal lebih dekat saudara saya, yang kalau dirunut silsilahnya masih berposisi sebagai cucuku. Namanya Irmal koordinator Humas. Menganal Haji Misbahul Munir alias Jibahol (lidah Madura) orang yang masih muda yang cukup berpengaruh karena kekuata ekonominya yang menjadi koordinator perlengkapan. Mengenal Harik Wijaya alias Arik, perangkat desa yang menjadi koordinator Pantarlih (Panitia Pendaftar Pemilih). Dalam kepanitiaan saya juga berkenalan dengan ketua BPD Sukamakmur, Mas Haryoto. Dekat pula dengan seluruh panitia harian pilkades, Ir Zulkifli Yusuf (Ketua), Bapak Sutomo (Wakil Ketua), Kusman, SP (Sekretaris), Pak Anwar (Wakil Sekretaris), Haji Wihibi (Bendahara) dan Samsuri (Wakil Bendahara). Belum lagi panitia-panitia lain yang berasal dari seluruh desa Sukamakmur. Saya jadi merasa betapa kupernya saya sebelumnya.

Kedua, hikmah yang saya dapat adalah bisa mengaplikasikan ilmu yang sebelumnya telah saya pelajari, khususnya untuk mengoperasikan Microsoft Excel. Meskipun tugas saya di bidang dokumentasi, tapi karena kemampuan dan fasilitas akhirnya saya diminta pula untuk membantu mengentri data pemilih. Meskipun tidak ada honor tambahan untuk pekerjaan tambahan ini, saya merasa bersyukur selain bisa utak-atik rumus untuk menentukan tanggal lahir, umur, dan jenis kelamin berdasarkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) saya juga punya data pemilih se-Sukamakmur. Ada kebanggaan tersendiri lah. Terima kasih para guruku di SMP, SMA dan di kampus yang telah mengajari logika rumus di Ms Excel.

Hikmah yang ketiga adalah, saya bisa berinteraksi denga Pak Budi. Orang yang telah lama kukenal karena berisitri tetangga yang telah saya anggap sebagai saudara. Namun, karena tinggal di kota Jember, jarang berkomunikasi apalagi bertukar pikiran. Kemampuan beliau dalam bidang shooting menyoting saya butuhkan untuk mendokumentasikan proses pemungutan suara pilkades. Bukan hanya dapat bekerja sama dalam bidang pekerjaan, saya juga mendapat banyak ilmu dari beliau. Ilmu tentang kehidupan. Menurutnya saya bisa saja mencalonkan diri jadi kepala desa. Beliau memberi tips dan trik yang sangat bagus. Terima kasih atas pelajaran yang Pak Budi berikan. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya daulat Anda untuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Faksi Menggila. hehehe.

Yang keempat adalah, saya dapat belajar mengenai banyak hal mengenai proses perhelatan pemilu. Mulai dari urusan administrasi, trik dan intrik politik pilkades hingga masalah pemecahan masalahnya. Terlalu banyak kepentingan yang melingkupi proses pilkades, dan itu semua saya alami sendiri. Sebelumnya saya hanya mengetahui dari berita dan kabar-kabar saja. Denga mengalami dan terlibat langsung di dalamnya, akhirnya saya mengetahui betapa rumitnya untuk hidup benar. Dan, saya lebih dapat memahami mengapa pemimpin yang amanah sejajar derajatnya dengan para syuhada, karena memang sangat sulit untuk menjadi sosok yang seperti itu.
Terima kasih kepada semua yang telah menjadi guru saya baik secara langsung maupun tidak langsung selama pilkades.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s