M Najib Abdillah: Sang Pemimpi dan Peng-gila yang Kukenal


M Najib Abdillah: Sang Pemimpi dan Peng-gila yang Kukenal

Seri Tokoh Inspiratif (2)

Biasa dipanggil Najib. Sulit menceritakan orang yang satu ini meskipun wajahnya jelas tapi pikirannya kadang tak bisa dimengerti oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Hanya orang yang sama amazing-nya yang bisa memahami alur pikirannya.

Pertama bersua dengannya di kantor PCNU Jember. Sebagai pengurus IPNU yang ditransfer langsung dari PC IPNU Kencong. Pindah ke IPNU Jember karena sedang menempuh kuliah di UI Jember. Meskipun sebenarnya dia tidak cocok dengan bangku kuliah. Sering membolos.

Sepintas, bisa dibandingkan dengan tokoh Rancho dalam film India berjudul 3 Idiot. Bisa dibandingkan bukan berarti sama persis, tapi karena memiliki sebagian (kecil) perbedaan. Yang jelas sama adalah: sama gilanya. Hampir tak ada orang yang dipedulikan oleh anak ini.

Mungkin baik diceritakan sedikit tentang sejarah pendidikan dan kebiasaan anak ini. Sejak sekolah (berdasarkan hasil wawancara tak terstruktur dengan yang bersangkutan) dia memang berusaha untuk hidup mandiri. Nyaris putus sekolah karena tidak memiliki biaya. Atas usaha beberapa gurunya akhirnya dia bisa bersekolah tanpa biaya. Tinggal di sekolah sekaligus menjadi penjaga sekolah gratisan. Selanjutnya bekerja sebagai tukang sablon hanya digaji makan.

Kesan yang kudapat dari anak ini adalah: nggeladik (sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Mungkin: usil pada barang di sekitarnya). Buktinya, dari beberapan anak yang kukenal menguasai aplikasi Corel dia salah satunya. Selain itu, juga sedikit banyak mengerti seluk-beluk piranti keras komputer. Padahal, dia tidak pernah memiliki komputer. Hebat!

Sebelaum kuliah di UI Jember, Najib pernah bekerja pada rekanan RSUD Dr Soebandi yang menangani komputer dan jaringan. Meski mendapat gaji yang cukup tinggi, tapi najib merasa kurang nyaman dengan pekerjaan ini. Selain pekerjaan yang kurang sesuai dengan jiwanya, yang menjadi masalah adalah perilaku teman kerjanya yang tinggal dalam satu kontrakan sangat bertentangan dengan bathinnya. Banyak sekali penyimpangan perilaku yang dilakukan. Akhirnya, dia memutuskan untuk kuliah lagi dan nyantri di kantor PCNU.

Dari perkenalan dengannya, saya ketahui bahwa anak ini beberapa obsesi. Pertama, dia ingin melihat salju dengan kepala sendiri. Kedua, dia ingin menjadi animator yang memproduksi anime. Ketiga, dia ingin mengunjungi Jepang. Untuk orang kaya tentu keinginan seperti ini sangat mudah untuk diwujudkan. Tapi untuk seorang Najib yang tak beda jauh keadaannya dengan saya tentu keinginan ini harus diperjuangkan sekuat tenaga.

Untuk meniti jalan meraih obsesinya, dia belajar bahasa Inggris dan Jepang secara otodidak. Sepengetahuan saya, bahasa Inggrisnya sudah lancar untuk ukuran saya yang hanya mengerti yes dan no. Kemampuan berbahasa Jepangnya jugaada. Tapi saya sama sekali tidak bisa mengukur sejauh mana karena saya sama sekali tidak mengerti bahasa Jepang kecuali Jibaku tai dari buku sejarah.

Sudah sejak lama Najib ini menjadi guru tidak langsung bagi saya. Saya sudah lama belajar dari dirinya tentang kehidupan yang harus disyukuri, juga tentang usaha untuk menjaga semangat dan menjaga diri. Tapi, baru minggu lalu dia saya angkat sebagai guru secara resmi karena telah mengajari saya menggunakan aplikasi Corel Draw meskipun masih sebatas pengetahuan dasarnya.

Mungkin Najib tidak pernah membaca atau mendengar kutipan yang terkenal dari WS Rendra yang berbunyi ‘Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata’. Tapi dia adalah salah satu orang yang melaksanakan perkataan itu. Dia mengatakan bahwa dia ingin ke Jepang, maka dia memperjuangkan keinginan tersebut. Selain dengan belajar bahasa Jepang secara otodidak, dia juga berusaha mengirim lamaran pekerjaan dan beasiswa ke Jepang melalui surat elektronik (e-mail).

Tak pernah saya melihat anak yang bersuara merdu ini bersedih. Dia selalu menghadapi cobaan hidup dengan ceria. Salah satunya ketika dia kehilangan STNK. Untuk membuat STNK baru dibutuhkan uang yang cukup banyak. Sampai ratusan ribu, padahal dia tidak memiliki uang yang cukup. Maka, dia memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran di Jember dengan upah yang tidak seberapa tinggi. Meski dia harus bekerja dari pagi sampai malam hari (08.00-21.00) tak tampah kesediahan dalam raut wajahnya. Justru dia menceritakan kegetiran yang dialami dengan ciri khasnya: berapi-api, penuh semangat, bahkan cenderung alay. hehehe.

Satu lagi keterampilan yang dimiliki Najib. Dia mahir memainkan keybord. Dia membawa serta keybord yang dibelinya dulu ke PCNU. Keybord dengan tuts yang hilang sebuah serta dimodifikasi sumber energinya itu, dia merekam sebuah lagu yang diklaim sebagai ciptaanya. Bahkan lagu tersebut direkam menggunakan komputer jinjing milik salah seorang temannya.

Sekarang dia bekerja sebagai pustakawan di SD Al-Baitul Amien gedung 2 yang berada di Jl Imam Bonjol, Jember. Entah masih sering jadi makelar di toko daring (online) seprti dulu apa tidak. Mungkin saya berlebihan mengisahkan orang yang selain tergila-gila dengan anime juga tergila-gila dengan rekanita yang cantik imut-imut, sebut saja namanya Intan (nama disamarkan). Tapi, setidaknya itulah pandangan saya mengenai tokoh yang punya segudang mimpi dan kadar menggila cukup tinggi ini.

Maafkan saya shifu jika tulisan ini terlalu lancang. hehehe

4 thoughts on “M Najib Abdillah: Sang Pemimpi dan Peng-gila yang Kukenal

  1. nggak semua yang loe.. denger itu salah
    banyak bicara sedikit kerja “but” menghasilkan banyak uang (kerja cerdas)
    tidurlah !!! maka kamu akan meraih mimpimu ….
    bagaikan air di atas daun pisang yang sudah di pincuk (sesuai dg pincua’nya)
    setali tiga kerjaan
    pertanyaan ??? diantara sela-sela diantara dua paha wanita disitulah letak ……

    apa hayo ….. >>>

    s
    a
    d
    e
    l
    s
    e
    p
    e
    d
    a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s