Dia Oktavia Ainur Rohkimah: Satu-satunya Teman yang Memaggilku ‘Way’


Seri Tokoh Inspiratif (3)

Sebenarnya ragu juga ketika hendak menulis teman yang satu ini sebagai tokoh yang memberi inspirasi. Inspirasi di bidang apa ya? sepertinya tidak ada. (hehehe). Mungkin lebih baik jika saya ceritakan saja apa yang saya ketahui tentang anak yang satu ini.

Nama panggilannya Ocik, entah dari mana datangnya nama ini. Sepertinya tak ada sepenggal kata pun dari namanya yang mengandung bunyi ‘ocik’. Seperti kebanyakan teman-teman seangkatan di kampus, awal  mula perkenalan dengan alumnus SMA Hero Jember ini tidak teridentifikasi dengan jelas. Ketika peng-akronim-an nama-nama teman seangkatan sedang ngetren, saya sempat menyebutnya DOAR. Mungkin lebih pas jika disebut Doaremon, karena badannya yang bahenol tak jauh beda dengan Doraemon. hahahaha.

Anak Pak Tentara ini termasuk teman mahsiswi yang cukup dekat. Karena kedekatan pertemanan dengannya justru dia sangat kurang ajar. Tak jarang berkomplot dengan sahabatnya yang berasal dari Kediri yang berinisial Bona sengaja meruwetkan keadaan. Sering mereka sengaja mengejek atau menyindir tentang rembulan dan bintang. Baik melalui jejaring sosial (fesbuk dan twitter) maupun melalui jejaring laba-laba.

Hal yang paling berkesan dari Ocik adalah ketika dia ulang tahun. Tapi aku lupa ketika ulang tahun keberapa (bukan teman yang baik karena melupakan ultah teman. hehehe). Mungkin dua tahun yang lalu. Ulangtahun Ocik sangat berkesan bagi saya. Pertama karena bisa berkumpul bersama beberapa teman seangkatan di rumahnya. Kedua, dan ini yang terpenting (dan yang membuat berkesan) menu makanan yang disajikan ibundanya sangat mantap. hehehe. Saat itu, dia dihujani telur dan tepung oleh teman-teman. Mungkin jadi spesial juga bagi ocik karena dia harus dimandikan oleh ayahandanya di sumur tetangga yang ada di depan rumahnya.

Anak ini pula yang sering membuat kepala saya yang besar menjadi lebih membesar. Dia sering menanyakan masalah kuliah pada saya. Jelas dalam hal ini saya merasa sombong. astaghfirulloh aladzim.  (kadang kau menyesatkan, Cik. hehehe). Misalnya saja, dia bertanya tentang proposal skripsi khususnya bagian instrumen penelitian.

Panggilan saya di kampus cukup beragam. Ada yang memanggil ‘mbul’ dari Timbul. Ada yang memanggil ‘Din’ (Indri dan beberapa dosen) dari Nasiruddin. Ada yang memanggil ‘Jo’ dari akronim nama Muntijo,  ada juga yang memanggil ‘mun’ (yang kadang memanggil seperti ini adalah: Nota, Nurul, dan si ….. hehehe). Ada pula beberpa adik angkatan yang memaggil ‘Mas Tim’. Tapi si Ocik ini satu-satunya teman yang memanggil ‘Way’. Sempat ingin protes “memangnya badanku selebar jalan?” tapi setelah saya pikir dan saya lihat  di cermin saya memang memiliki badan yang lebar. Oleh karena itu, keinginan protes itu tidak dilanjutkan. Selain ‘way’ adalah sebuah kenyataan, kadang saya berpikir klise: apalah arti sebuah nama.

Sebenarnya ada lagi satu hal yang ingin saya kisahkan tentang (……sensor dulu…….). Tentu yang bersangkutan paham dengan bagian yang disensor tersebut. Tapi tidak etis untuk diceritakan di sini sebelum mendapat izin dari warga Kebonsari ini.

Setelah membaca tulisan ini bagian mana yang menunjukkan Ocik sebagai tokoh inspiratif? Jika pembaca yang budiman menjawab: tidak ada. Maka, jawaban Anda sama dengan pendapat saya.

Terlepas dari itu semua, setidaknya ocik adalah satu teman di luar Faksi Menggila yang setuju dengan paham Menggila. Karena kegilaan itu pula dia bisa menjadi tempat sampah dari ocehan sampah saya yang tak bisa didaur ulang.  Hidup Ocik! DOAR! Terima kasih kepada Ocik yang tidak menganggapku sok waras. hehehe.

5 thoughts on “Dia Oktavia Ainur Rohkimah: Satu-satunya Teman yang Memaggilku ‘Way’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s