Judul


“Judul itu harus menarik dan bombastis!” kurang lebih begitu perkataan Giri Indra ketika mengajarkan menulis puisi dalam KK-PPL di SMAN 1 Tanggul tahun 2012 silam. Tentu judul memang harus begitu. Kriteria seperti itu harus muncul dalam judul apa saja. Baik lagu, puisi, berita, kegiatan, apalagi sebuah karya ilmiah.

Salah satu l yang kreatif adalah lagu Iwan Fals yang berjudul: Belum Ada Judul. Judul itu pula yang memberi inspirasi tulisan ini sehingga berjudul: Judul. Itu salah satu asal judul, yaitu inspirasi dari karya orang lain.

Yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah judul-judul skripsi. Judul skripsi bisa berasal dari pemberian orang lain atau dari usaha menggali kemungkinan apa saja yang bisa diteliti yang ada di sekitarnya.

Contoh judul pemberian adalah judul skripsi: Wacana Grafiti Berbahasa Indonesia dalam Bak Truk: Analisis Wacana Kritis. Judul ini merupakan pemberian dosen pengampu mata kuliah Analisis Wacana. Meskipun awalnya tidak sespesifik itu, toh akhirnya yang menyempurnakan judul tersebut juga dosen yang sama, kali ini sebagai dosen pembimbing utama. Pemberian judul yang seperti ini merupakan pemberian yang langsung.

Pemberian judul secara tidak langsung adalah judul-judul skripsi yang disusun berdasarkan usaha membaca karya ilmiah skripsi yang sudah ada sebelumnya kemudian dicari kemungkinan penelitian objek lain atau dengan teori yang lain. Contohnya adalah teman mahasiswa dari program studi Pendidikan Sejarah. Ingin meneliti tentang nilai filosofis Jaran Kencak di Kabupaten Lumajang setelah membaca skripsi tentang nilai filosofis Reog Ponorogo.

Perubahan judul skripsi yang radikal juga sering terjadi. Yang dimaksud perubahan radikal adalah mengubah judul skripsi secara keseluruhan, teori dan objeknya. Keadaan ini bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain: karena kesulitan menjangkau data, atau karena tidak sepemikiran antara mahasiswa dengan dosen. Dalam kasus ini mungkin mahasiswa yang terlalu njupuk gampang tidak mau berpikir lebih jauh dan lebih dalam.

Judul skripsi ada yang berbobot ada yang tidak. Suatu skripsi mungkin judulnya sederhana, tapi bisa berbobot jika dikerjakan sepenuh hati dan dengan idealisme tinggi. Oleh karena itu ada dua tipe mahasiswa peneliti, yaitu tipe pemulung dan tipe TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Mahasiswa peneliti tipe pemulung adalah peneliti yang berusaha mencari sampah (data penelitian) dengan kriteria-kriteria tertentu yang layak jual. Mungkin mencarinya di taman atau di tempat sampah, tapi tidak semua sampah (data) diambil. Masih dipilah terlebih dulu. Peneliti tipe TPA adalah peneliti yang cari cepat, cari mudah, tentu hal ini menghasilkan data (sampah) yang tanpa kriteria. Sampah yang memang sampah dan tak bisa didaur ulang.

Menyusun judul (ternyata) bukan perkara yang mudah. Contohnya salah satu teman yang galau ingin menyusun judul apa. Sebelumnya dia sudah pasang kuda-kuda untuk meneliti bahasa komputasi, yaitu istilah-istilah yang ada dalam dunia komputer dan internet. Judul itu diurungkan karena ternyata sudah mengikuti prosedur pembentukan istilah. Akhirnya teman ini galau. Terlebih dia adalah seorang yang idealis. “Mau meneliti mitos sudah banyak, mau meneliti wacana wes sak bajek (sangat banyak).” Katanya dalam sebuah kesempatan.

Ada teman yang lain ketika ditanya tentang judul justru menjawab, “santai.. masih ada kepentingan lain yang harus dikerjakan. Nanti kalau sudah mengajukan judul, langsung seminar, langsung lulus.” Waduh, itu skripsi apa mie instan? langsung beli langsung sedu, langsung makan!

Tapi, semua itu dikembalikan kepada masing-masing mahasiswa. Mau mencari judul yang bombastis atau yang apatis tentu disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Pengambilan keputusan tentang skripsi tentu dengan berbagai macam pertimbangan.

Selamat meneliti, selamat menyusun skripsi!

Terima Kasih, Semoga kita semua cepat lulus.. amin

 (yang bercetak miring adalah tampilan penutup materi dalam seminar proposal skripsi saudara Diah Notasiah. “Rohmawatinya mana?” Nota protes!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s