Leonowens S.P., Penulisa 30 Buku Karya Sastra dalam Setahun


rekor bukuBerada di atas gunung dengan fasilitas minim tidak membuat Leonowens S.P. tinggal diam. Berkat kerja kerasnya, pria 33 tahun ini sukses mencetak rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai penulis buku sastra terbanyak dalam setahun. Dia mampu melahirkan 30 buku karya sastra pada 2009-2010.

Hidup bersama alam telah menjadi cita-cita Leonowens. Meski terlahir dan besar di kota metropolitan, anak pertama dari pengusaha di Jakarta ini memilih tinggal di pegunungan agar bisa menikmati keindahan alam.

“Saya mencintai keasrian yang masih tersisa di bumi Nusantara ini, sedangkan saudara-saudara saya memilih tinggal di Kanada” ujar Leon. Keinginan itu terwujud setelah dia bekerja di perusahaan agribisnis sebagai manajer humas. Dia harus tinggal di ladang perkebunan luas di pegunungan Pematang Siantar, Sumatera.

Lokasi ladang itu sangat jauh, sekitar 125 kilometer dari Medan. Tak ayal, leon harus bersusah payah turun gunung jika ingin melakukan aktivitas peradaban modern, seperti berinternet atau berbelanja di supermarket.

Pada tahun 2007, Leon meraih The Best Writer Nederlands. Pada tahun 2009 hasrat menulisnya semakin menggebu. dala sebulan Leon bisa melahirkan 2-3  buku dengan topik dan isi yang berbeda. Misalnya, trilogi Karmakala, Ragakala,dan Arcakala. Sebagian besar buku Leon menitik beratkan bangunan logika pemikiran, sebagian lagi pada perasaan atau seni mengelola perasaan.

Pada tahun 2009, Leon meraih Anugerah Sastra Indonesia. Pada tahun 2010, tepatnya pada tanggal 7 Agutus mendapat rekor Muri sebagai penulis buku sastra terbanyak dalam setahun. Menurut Leon, penghargaan Muri hanya simbolisasi dari suatu tindakan yang bermanfaat di bidang sastra. Menurutnya, mencerdaskan masyarakat Indonesia denga realitas kemajemukannya adalah tanggung jawab setiap penulis. Sejarah mencatat pentingnya sebagai alat pembudayaan manusia.

Leon mulai menikmati dan membuat karya sastra sejak usia 19 tahun tapi dia belum merasa maksimal. Karya-karyanya masih harus berproses hinggan menjadi bentuk yang ideal dan logis. Kematangan dalam tulisan hanya dapat dinilai dan diapresias di ruang publik. Tahap perjalanan usia adalah proses dan kualitas karya merupakan hasil proses tersebut.

Buku-buku karya pria kelahiran Jakarta, 7 Desember 1977, ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi sudah merambah pasar Malaysia, Singapura, Brunei, Tiongkok, Taiwan, Kanadda bahkan Eropa dan Amerika. Hingga kini ia sudah menghasilkan 50 buah buku karya sastra.

Menurut Leon, banyak penulis berbakat di Indonesia, tapi sayangnya pemerintah belum mendukung upaya untuk berkarya di tingkat internasional. Seharusnya pemerintah menyediaka penerjemah gratis untuk memasarkan karya-karya mereka di luar negeri. Ini salah satu problematika dasar yang dialami penulis Indonesia.

Disarikan dari Jawa Pos edisi Minggu, 3 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s