Anak-Anak Bisa Melarang


Fenomena bahasa memang selalu ada dalam masyarakat. Fenomena kebahasaaan dapat berbentuk dalam berbagai macam: kesalahan ejaan, pilihan kata, susunan kata, penggunaan kalimat dsb. Kesalahan tersebut bisa muncul karena adanya ketidakmampuan berbahasa indonesia dengan Baik (layak/proper) dan Benar (right). Misalnya muncul dalam sebuah pengumunan yang ada di tempat wudu masjid di Kecamatan Bangsalsari, Jember.

Dalam pengumuman tertulis DILARANG ANAK-ANAK MANDI DIKOLAM. Ada dua bentuk kekurang-tepatan (untuk tidak menyebutnya suatu kesalahan), pertama adalah penulisan ‘dikolam’ yang seharusnya dipisah menjadi DI (spasi) KOLAM, karena ‘di’ dalam kalimat tersebut merupakan kata depan.

Susunan DILARANG ANAK-ANAK juga kurang tepat karena dapat merancukan makna, seakan-akan yang melarang adalah Anak-Anak. Padahal yang dimaksud adalah: yang dilarang mandi dikolam adalah anak-anak. Jadi, akan lebih tepat jika susunannya diubah menjadi ANAK-ANAK DILARAG MANDI DI KOLAM.

Bukan bermaksud menyalah-nyalahkan, karena yang terpenting adalah maksudnya. Tentu setiap pembaca akan bisa memahami maksud yang diinginkan oleh penulis pengumuman tersebut. Tapi, ini adalah salah satu wujud cinta bahasa Indonesia, Mari berbahasa Indonesia dengan layak dan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s