Asal Kata “Lebaran”


Sebagai penganut mazhab, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, maka di tanggal 7 Syawal ini perlu saya tulis mengenai lebaran. Umat muslim di seluruh dunia pasti merayakan hari idul fitri. Meskipun kadang berbeda waktu sehari atau dua hari.

(Ini postingan guyonan, untuk lebih jelasnya mengenai Penjelasan Ilmiahnya Baca: Arti dan Asal Usul Kata Lebaran)

Idul fitri meski berasal dari kata yang sama menjadi berbeda-beda dalam masing-masing bahasa yang menyerapnya.  Dalam bahasa Inggris ditulis “Eid” biasanya ditulis “Eid Mubarak” kurang lebih artinya “Hari raya yang diberkati”. Dalam bahasa Malaysia ditulis “aidilfitri” aku tahunya ketika nonton Upin-Ipin (hehehe). Dalam bahasa Indonesia, selain diserap menjadi “idul fitri” juga memiliki padanan “Lebaran”.

Ada dua pendapat orang yang pernah kuketahui berpendapat mengenai kata lebaran, Gus Mus dan Cak Rat. Jelas kedua pendapat dari kedua orang ini berbeda jauh. Beberapa uraian Gus Mus antara lain, lebaran itu lebar-an lebih luas. Lebih luas pintu maaf. Lebaran itu juga laburan (Jawa: mengecat). Yaitu ngelabur omah (mengecat rumah) agar tampak lebih indah. Lebaran juga liburan, liburan yang paling panjang adalah libur di sekitar hari raya idul fitri.

Sementara, Cak Rat berpendapat bahwa kata lebaran berasal dari Jember. Meskipun pendapat dari  Cak Rat sangat diragukan kesahihanya, tak apalah disampaikan dalam tulisan ini. Menurut Cak Rat, lebaran itu berasal dari bahasa Jawa + Madura, perpaduan kedua bahasa tersebut memang banyak terjadi di Jember.

Lengkapnya Cak Rat berkata begini: Di zaman penjajahan, hidup sangat sulit. Jangankan membeli pakaian, untuk makan saja sangat kekurangan. Maka dari itu, orang dulu membeli pakaian hanya menjelang hari raya dan akan dipakai di hari raya. Karena banyak masayarakat Jember yang bertutur dalam dua bahasa (Jawa dan Madura).

Istilah membeli pakaian dalam masa itu adalah aseleber (memekai celana). Sebagian penduduk Jember penutur Jawa mengadopsi istilah tersebut menjadai leberan. Berasal dari kata dasar seleber (celana) dan sufiks -an yang memiliki makna memakai. Jadilah kata leberan. Lambat laun, penuturannya menjadi lebaran.

Itu, pendapat dari Cak Rat, terserah pembaca yang budiman, mau percaya atau tidak. Saya sarankan Anda tidak percaya dengan perkatannya, karena mempercayai selain tuhan adalah sesat. hehehe.

Mohon Maaf Luar Dalam!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s