Cara Mengatasi Jalan Berlubang ala Jember


GambarAspal jalan di Jember banyak yang terkelupas. Banyak jalan yang berlubang dan bergelombang. Mungkin tidak beda jauh dengan keadaan jalan di daerah lain. Tapi kerusakan ini tidak separah kerusakan jalan di luar pulau Jawa (seperti yang bisa ditonton di teve).

Meskipun kerusakan jalan di Jember ‘tidak parah’ dibandingkan kerusakan jalan di luar pulau Jawa, kerusakan jalan di Jember tetap saja mengganggu bahkan membahayakan. Banyak jalan terkelupas, berlubang. Jika sempat, coba saja lewati jalur Surabaya-Banyuwangi di kecamatan Ajung. Malah ada pohon di tengah jalan yang sengaja ditanam oleh warga. Usaha tersebut merupakan upaya protes sekaligus memberi ‘tanda bahaya’ bagi pengguna jalan.

Jalan di kecamatan Ajung dan Jenggawah menuju Ambulu juga sama. Sama-sama rusak. Banyak aspal yang mengelupas sehingga bisa membuat setir sepeda motor yang tidak waspada menjadi selip. Berbahaya.

Baca Juga: Soto Degan Masjid Cheng Hoo Jember

Pemkab Jember bukan tidak berupaya mengatasi kerusakan jalan di Jember. Sementara ini sudah mulai ‘diperbaiki’ dengan menambal aspal yang berlubang. Tapi karena aspal yang berlubang terlalu banyak, tambalan tambalan tersebut tetap mengakibatkan gelombang-gelombag. Tidak rata.

Selain upaya menambal aspal, untuk mengurangi resiko kecelakaan juga dipasang plang pengumuman seperti gambar di atas. Papan pengumuman tersebut banyak tersebar di beberapa titik di kabupaten Jember. Gambar di atas di ambil di Desa Pancakarya Kecamatan Ajung. Entah siapa yang memasang. Mungkin dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jember.

Daerah lain harus mencontoh Jember. Cara mengatasi jalan yang rusak adalah dengan memberi pengumuman agar tidak terjadi kecelakaan. Mungkin pengumuman tersebut ada gunanya. Tapi, akan lebih baik jika segera diikuti perbaikan Jalan. Apalagi sebentar lagi Jember punya perhelata besar, Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2012.

Kalau penanganan masalah hanya sebatas pengumuman bisa jadi nanti ada pengumuman “Awas Daerah Rawan Longsor” tanpa ada upaya mencegah terjadinya longsor. Cukup peringatan. “Awas Daerah Rawan Pencuri Motor” tanpa ada upaya menangkap pencurinya.

Di beberapa titik jalanan di Kabupaten Jember (Kec Balung, Kec. Wuluhan) juga ada pengumuman “Hati-Hati Daerah Rawan Banjir”. Setiap musim hujan (setiap turun Hujan) memang jalan tersebut digenangi air. Sampai sekarang, mungkin sampai nanti hari kiamat.

Banjir dan Jalan rusak tidak akan selesai jika hanya memasangplang. Banjir harus diatasi dengan mencegahnya dari semua lini. Jalan terkelupas harus diperbaiki dan dirawat. Jangan sampai Jember kota tercinta meniru keruwetan Jakarta. Tanda-tanda keruwetan mirip Jakarta sudah bisa ditemui di Jember. Coba saja lewati Jalan Trunojoyo saat jam berangkat atau pulang sekolah. Anda akan merasakan tidak ada di kota kecil karena kemacetannya.

Apa yang bisa diperbuat warga Jember? Mari mulai dari lingkungan terdekat kita.

One thought on “Cara Mengatasi Jalan Berlubang ala Jember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s