Ketika Orang Indonesia Memperingati Ulang Tahun


Pada tanggal 24 Juni 2011, saya membuka akun Facebook saya kebetulan ada seorang teman di facebook yang berulang tahun, dia tinggal di Amerika dan pernah tinggal cukup lama di Malaysia sehingga banyak teman facebooknya dari dari Malaysia. Karena kemudahan fasilitas di facebook saya mengucapkan selemat ulang tahun kepadanya, dan sekaligus saya lihat dindingnya ternyata banyak juga ucapan selamatnya. Ada yang berbahasa Inggris ada pula yang berbahasa Malaysia, mungkin hanya ucapan saya yang berbahasa Indonesia.

Saya menjadi tertarik ketika membaca ucapan selamat dari orang Malaysia, ucapakannya adalah: selamat hari lahir. Saya jadi teringat dengan buku Leksikologi dan Leksikografi Indonesia karya Pak Abdul Chaer (2007). Menurutnya, ada lima cara pembentukan istilah (dalam hal ini istilah dalam bahasa Indonesia) yaitu: 1) Diserap secara utuh, artinya ejaan dan lafal masih sama dengan bahasa asingnya; 2) diserap dengan penyesuaian ejaan dan lafal; 3) penerjemahan istilah asing ke dalam istilah Indonesia; 4) penyerapan dan penerjemahan sekaligus, artinya sebagia dari istilah diterjemahkan dan sebagian lagi disesuaikan ejaannya, contoh: infrared menjadi: inframerah; 5) istilah serapan asing yang telah alama digunakan tetap digunakan tanpa diubah lagi mengikuti buku Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Dari lima macam cara pembentukan istilah tersebut, berarti bahasa Malaysia selamat hari lahir merupakan pembentukan istilah dengan cara yang kelima, yaitu menerjemahkan happy birthday menjadi ‘selamat hari lahir’. Ketika membaca tulisan tersebut penutur bahasa Indonesia tentu bisa memahami, tapi terasa janggal diucapkan kepada orang yang sedang memperingati hari kelahirannya. Bahasa Indonesia lebih terbiasa mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ bahkan yang lain (termasuk ucapan ‘selamat hari lahir’) cenderung salah. Dengan digunakannya istilah ‘selamat ulang tahun’ berarti happy birthday tidak diterjemahkan melainkan dicarikan padanan kata yang ada dalam bahasa Indonesia.

Menurut saya, orang Indonesia tidak memiliki tradisi memperingati hari kelahiran berdasarkan tanggal dan bulannya. Hal ini tampak pada padanan kata birthday dan happy birthday di atas yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak memiliki konsep yang sama persis, melainkan harus mencari padanan yang jika diartikan kata perkata sebenarnya maknanya bisa centang perenang. Ulang tahun, jika diartikan kata perkata berarti ‘tahun yang terjadi lagi’ bukankah hal tersebut sangat mustahil.

Selain membentuk istilah baru dari kata yang ada dalam bahasa Indonesia untuk konsep ‘birhtday’ bahasa Indonesia juga menyerapnya dari bahasa lain sehingga ada ‘milad’ dan ‘dies natalis’ dalam bahasa Indonesia (lihat KBBI edisi keempat dan Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia).

Dies Natalis memunyai arti, hari ulang tahun berdirinya suatu lembaga pendidikan tinggi (universitas, akademi dsb) (KBBI, 2008:327). Saya tidak tahu berasal dari mana kata ini. Karena saya masih kekuranga rujukan. Yang jelas, dilihat dari arti yang terdapat dalam KBBI di atas sudah tidak sesuai dengan penggunaannya dalam masyarakat bahasa Indonesia. Istilah dies natilis tidak hanya digunakan oleh lembaga pendidikan tinggi. Kalimat ‘Dies Natalis Universitas Jember’ adalah penggunaan kata tersebut yang sesuai dengan deskripsinya dalam kamus. Namun, banyak pula oraganisasi kecil setingkat Himpunan Mahasiswa Program Studi yang menggunakannya, misalnya, “Dies Natalis HMP IMABINA”.

Milad, sebagai padanan ulang tahun yang diserap dari bahasa Arab juga banyak digunakan, khususnya oleh organisasi atau instansi yang berlandaskan Islam. Makna milad dalam kamus adalah waktu kelahiran; hari kelahiran. Organisasi yang setiap tahunnya menggunakan istilah ini adalah Muhammadiyah, bahkan dalam KBBI yang contohnya adalah: milad Muhammadiyah. NU (Nahdlatul Ulma) organisasi Islam yang identik dengan warna hijau ini tidak menggunakan kata ‘milad’ untuk memperingati hari lahirnya melainkan menggunakan akronim ‘harlah’, jadi lebih banyak spanduk NU yang bertuliskan “Harlah NU yang ke ….” dari pada menggunakan “Milad NU yang ke …”. Dari kenyataan ini, dapat diketahui bahwa sebenarnya kata ‘hari lahir’ juga digunakan dalam bahasa Indonesia meskipun tak sepopuler ‘ulang tahun’.

Ketika peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), banyak dijumpai kata ‘dirgahayu’ dalam spanduk dan televisi. Bahkan penggunaan kata ini sering saling sulih dengan kalimat ‘selamat ulang tahun’. Hal ini tidak tepat dengan arti dirgahayu, yaitu  berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya) (KBBI, 2008:332). Dilihat dari makna dalam kamus, kata dirgahayu maknanya sama dengan ‘hidup’ dalam kalimat ‘Hidup Indonesia’ yatu: ‘semoga panjang umur Indonesia’.

Akhirnya, saya mengucapkan kepada Anda yang berulang tahun hari ini: Selamat Ulang Tahun, Digahayu! karena saya yakin ada ratusan bahkan ribuan bayi yang dilahirkan setiap harinya. Sekali lagi: Dirgahayu!!

One thought on “Ketika Orang Indonesia Memperingati Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s