Filsafat Pancasila


Pengertian Pancasila
• Setiap negara (bahkan agama) didirikan atas dasar falsafah tertentu untuk mengetahui arah dan tujuan yang ingin dicapai.
• Falsafah adalah merupakan perwujudan dari watak dan keinginan dari suatu bangsa (rakyat dan bangsanya) sehingga segala aspek kehidupan bangsa harus sesuai dengan falsafahnya
• Falsafah suatu bangsa adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki, yang diyakini kebenarannya, menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.
Dari sudut pandang falsafah, Pancasila dipahami sebagai philosphical way of thingking atau philosophical system, yaitu Pancasila bersifat obyektif ilmiah karena uraiannya bersifat logis dan dapat diterima oleh paham yang lain.

Kedudukan, Peranan & Fungsi Pancasila
Liberalisme/Materialisme Sosialisme
Dimanakah kedudukan Pancasila di antara dua idiologi besar di dunia sekaligus idiologi-idiologi lain yang ada..?
Pancasila tidak terbentuk atas Iideologi Liberalisme ataupun Sosialisme meskipun dalam proses terbentuknya DASAR NEGARA dipengaruhi oleh berbagai macam idiologi pada masa itu.

FUNGSI POKOK
Predikat Pancasila yang Menggambarkan Fungsi & Peranannya
• Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
• Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
• Pancasila sebagai Sumber dari segala Sumber Hukum (Sumber Tertib Hukum)
• Pancasila sebgai Perjanjian Luhur Bangsa
• Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia
• Pancasila sebagai Falsafah Hidup yang Mempersatukan Bangsa Indonesia
• Pancasila sebagai Moral Pembangunan
• Pancasila sebagai Satu-satunya azas dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
• Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur (penyelenggaraan) pemerintahan negara
• Pembukaan UUD 1945 : “….., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undangundang dasar yang berbentuk dalam suatu susunan negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada….”

Pancasila = Dasar Negara Karena :
• Azas Ketuhanan yang Maha Esa : Tercermin dalam tiga bidang ketatanegaraan Indonesia (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif)
• Azas Perikemanusiaan : adalah azas yang mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk tuhan.
• Azas Kebangsaan : setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama Azas Kedaulatan Rakyat : menghendaki bahwa setiap tindakan negara harus berdasarkan keinginan rakyat
• Azas Keadilan Sosial : menghendaki bahwa tujuan negara adalahmewujudkan keadilan sosial secara merata

PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI NEGARA
• Ideologi dipandang sebagai sistem pemikiran yang diciptakan oleh suatu kekuatan untuk kepentingan kekuatan itu sendiri.
• Ideologi tidak ditekankan pada kebenaran-kebenaran intelektual melainkan pada manfaat-manfaat praktikal
• Ideologi meminta kesetiaan yang tegas tanpa kompromi – karenanya bersifat dogmatik-.
• Ideologi Mengandung suatu eksklusifisme total serta determinisme yang monolitik.
• Ideologi lebih dipandang sebagai “belief system” dan “power system” daripada hal yang bersifat ilmiah dan falsafahiah

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA,
IDEOLOGI BANGSA Nilai Dasar, Instrumental, Praktis
Ideologi Tertutup
Pancasila sebagai dasar negara RI merupakan sebuah ideologi yang terbuka. Karena, dengan pemahaman secara kreatif dan dinamis terbukalah peluang bagi bangsa Indonesia untuk secara terus menerus mengembangkan melalui konsensus-konsensus nasional
Vs Ideologi Terbuka
Adalah suatu bangunan ideologi yang tidak menerima ide, gagasan atau konsep dari luar Adalah suatu bangunan ideologi yang membuka diri untuk menerima ide, gagasan atau konsep dari luar

Keterbukaan Ideologi Pancasila didasarkan pada : (notonegoro, alfian)
• Kenyataan dalam proses pembangunan nasional berencana dan dinamika masyarakat yang berkembang sangat cepat (dimensi realitas)
• Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutntya ideologi yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya (dimensi fleksibilitas)
• Pengalaman sejarah politik kita sendiri pada masa lampau (dimensi historis)
• Tekad untuk memperkukuh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional (dimensi idealitas).
Asal Mula Pancasila sebagai Ideologi
• Kausa Materialis : Pancasila yang sekarang menjadi ideologi negara bersumber pada bangsa Indonesia. Artinya, bangsa Indonesia sebagai Kausa Materialis.
• Kausa Formalis (asal mula bentuk):Pancasila sebagai ideologi negara merujuk kepada bagaimana proses Pancasila itu dirumuskan menjadi Pancasila yang terkandung dalam UUD 1945. Artinya pidato Soekarno sebagai kausa formalis.
• Kausa Efisien (asal mula karya) : yang menjadikan Pancasila dari calon ideologi negara menjadi ideology negara yang sah. PPKI melalui sidang BPUPKI menjadi kausa efisien pembentuk Pancasila
• Kausa Finalis (asal mula tujuan) : mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara yang sah adalah para anggota BPUPKI dan panitia sembilan. Para anggota dari badan itulah yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebagai ideologi negara yang sah.

PANCASILA BERSIFAT INTEGRALISTIK TEORI DASAR NEGARA
Teori Individualistik
Pancasila bersifat integralistik karena mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan, seperti adanya semangat kerja sama, gotong royong, memelihara persatuan dan kesatuan serta musyawarah untuk mufakat
Vs Teori Golongan
Negara sebagai suatu masyarakat hukum yang dibentuk atas dasar kontrak dari seluruh individu Negara adalah suatu alat dari suatu golongan ekonomi kuat untuk menindas gol. ekonomi lemah
Vs Teori Integralistik
Negara didirikan dari susunan masy yang integral yang anggota-anggotanya saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang organis

Beberapa Pendapat bahwa Pancasila merupakan Sistem Filsafat :
• Muh. Yamin (1962) : “Ajaran pancasila tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat”
• Soediman Kartahadiprojo (1969) : “Pancasila disajikan sebagai pidato untuk memenuhi permintaan memberikan dasar filsafat negara…..”
• Drijarkoro (1957) : “….dengan semua itu kita hendak mengemukakan bahwa Pancasila sudah lama merupakan weltanshauung bagi bangsa Indonesia tetapi tanpa dirumuskan sebagai filsafat sehingga perlu….
• Notonagoro (1976) : “Kata-kata ‘dengan berdasar kepada” dalam pembukaan UUD 45 menentukan kedudukan Pancasila dalam negara dalam pengertian dasar filsafat.
• Roeslan Abduoelgani (1962) : Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai collection ideologis dari seluruh bangsa Indonesia.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Pancasila disebut filsafat karena Pancasila memenuhi ciri-ciri sebagai filsafat yakni:
• Sistematis, fundamental, universal, integral, dan radikal mencari kebenaran yang hakiki
• Filsafat yang monotheis dan religius yang mempercayai adanya sumber kesemestaan yaitu Tuhan yang Maha Esa
• Monodualisme dan monopluralisme atau integralistik yang mengutamakan ketuhanan, kesatuan dan kekeluargaan
• Memiliki corak universal terutama sila I dan sila II serta corak nasional Indonesia terutama silan III, IV dan V
• Idealisme fungsional (dasar dan fungsi serta tujuan idiil sekaligus)
• Harmoni Idiil (asas selaras, serasi dan seimbang)
• Memiliki ciri-ciri dimensi idealitas, realitas dan fleksibilitas
• Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas)
Pancasila sebagai Kesatuan sistem filsafat memiliki
Dasar ontologis,
Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakekat dasar dari sila-sila Pancasila. Hakekat dasar ontologis Pancasila adalah manusia karena manusia merupakan subyek hukum pokok dari sila-sila pancasila

Dasar epistemologis
Kajian epistemologis Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakekat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan (sumber pengetahuan*, teori kebenaran pengetahuan**, watak pengetahuan***). * : nilai-nilai yang ada
pada bangsa Indonesia. ** : logisitas yang harmonis antara akal, rasa, dan kehendak manusia untuk memperoleh kebenaran yang tertinggi. *** : Pancasila mendasarkan pandangan bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas nilai

Dasar aksiologis
Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakekatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila

PANCASILA SEBAGAI ETIKA (nilai, moral, norma)
Pancasila memuat nilai-nilai luhur dan mendalam yang menjadi pandangan hidup dan dasar negara yakni nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis :
• Nilai dasar adalah azas yang kita terima sebagai dalil yang kurang lebih mutlak.
• Nilai instrumental adalah pelaksanaan umum nilai-nilai dasar biasanya dalam norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu
• Nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan

Nilai dalam Kehidupan Berbangsa :
1. Nilai Ideal
2. Nilai Material
3. Nilai Spiritual
4. Nilai Pragmatis
5. Nilai Positif
6. Nilai Logis
7. Nilai Etis
8. Nilai Estetis
9. Nilai Sosial
10. Nilai Religius
PANCASILA SEBAGAI ETIKA (nilai, norma, moral)
1. Pancasila sebagai sumber perubahan hukum : berfungsi sebagai paradigma hukum terutama kaitannya dengan berbagai macam upaya perubahan atau pembaharuan hukum dengan fungsi :
• Fungsi Konstitutif; menentukan dasar suatu tata hukum yang memebri arti dan makna bagi hukum itu sendiri
• Fungsi Regulatif; menentukanapakah suatu hukum positif itu merupakan produk yang adil atau tidak adil
• Sumber dari segala sumber hukum (sumber hukum formal dan sumber material hukum).
2. Pancasila sebagai Nilai Pertahanan dan Keamanan: bukan hanya pada para aparat penegak hukum yang dengan sendirinya harus berlandaskan nilai-nilai serta norma yang bersumber pada landasan filosofis negara Pancasila, tetapi juga untuk politisi dan intelektual

PANCASILA SEBAGAI ETIKA (nilai, norma, moral)
o Pancasila sebagai moral perorangan, moral bangsa dan moral negara mempunyai pengertian :
• Dasar negara Republik Indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang ada dan berlaku
• Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan serta memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin dalam masyarakat yang beraneka ragam sifatnya
• Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan ciri khas Bangsa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari Bangsa Indonesia serta yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s