Bangsa Indonesia (Suka) Lupa Sejarah


Bangsa Indonesia suka lupa dan melupakan sejarah meski Seokarno telah meciptakan akronim yang mudah diingat untuk mengingatkan kita agar selalu ingat sejarah. “Jas Merah”: Jangan Sampai Melupakan Sejarah. Sejarah itu penting untuk diingat karena dari sejarah kita bisa belajar, untuk tidak mengulangi sejarah yang buruk dan mencoba menggapai kembali kemakmuran yang pernah dicapai oleh bangsa Indonesia.
Baru-baru ini, pemerintah pusat menunjukkan pengingkarannya terhadap “Jas Merah” berkaitan dengan Keistimewaan Yogyakarta. Memang presiden saat ini jasnya tidak berwarna merah tapi biru, itu salah satu sindiran dalam sebuah parodi politik. Terlepas dari hal itu, seharusnya presiden dan pembantunya, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, ingat tentang sejarah bergabungnya sebuah negara berdaulat, Ngayogyokarto Hadiningrat, ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena lupa atau tepatnya melupakan sejarah inilah pemerintah pusat menginginkan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih secara langsung tidak menetapkan Sultan Hamengku Buwono yang bertahta sebagai Gubernur. Hal ini menciderai sejarah tentang kesepakan pemerintah Indonesia yang baru merdeka dengan pemerintah Ngayogyokarto Hadiningrat tentang keistimewaan Yogyakarta.
Pemerintah pusat juga melupakan bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi ala Indonesia bukan ala negara lain. Demokrasi Indonesia mendahulukan musyawarah untuk mufakat tidak seperti negeri demokrasi barat yang mengaku demokratis tapi ternyata tidak. Negara barat mengutamakan penghitungan suara. Warga DIY telah mufakat untuk menetapkan Sultan HB bertahta sebagai gubernur dan Paku Alum sebagai wakilnya. Permufakatan warga DIY ini tampak dari aksi turun ke jalan, sidang DPRD DIY , hasil jajak pendapat lembaga independen dan pembentukan gerakan pro-penetapan. Bahkan warga DIY selalu mengingatkan tentang sejarah bergabungnya Yogya ke dalam NKRI baik dalam aksi di jalan maupun kegiatan diskusi, seharusnya pemerintah pusat ingat.
Semoga pemerintah tidak melupakan sejarah referendum di Timor-Timor. Sekarang di Yogya ada kelompok yang menyuarakan referendum. Jika pemerintah pusat melupakan sejarah tentang lepasnya provinsi Timor-Timur sehingga menjadi negara sendiri dengan nama Timor Leste. Bukan tidak mungkin Yogyakarta akan menjadi negara tetangga kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s