Dolanan: Dalam Pembahasan Linguistik


Dolanan merupakan kata bentukan dari kata bahasa Jawa dolan. Bentuk fonologis lainnya adalah dolen sehingga di Jember juga ada kata dolenan. Kedua bentuk ini, (dolan dan dolen atau  dolanan dan dolenan) memiliki makna yang sama sesui dengan konteks penggunaan. Perbedaan pelafalan tidak memengaruhi arti dan terjadi karena lingkungan penutur bahasa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa edisi IV yang terbit pada Oktober 2008  tidak mendeskripsikan lema dolan  maupun dolanan. Sedangakan Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sudah memasukkan kata dolan dalam salah satu lemanya yang memiliki sinonim antara lain:  berplesir, berwisata, main, jalan-jalan. Tapi dalam Tesaurus ini juga tidak mendeskripsikan kata bentukannya: dolanan.

Kata dolanan (dalam tulisan ini harus tetap dicetak miring karena masih belum termasuk dalam bahasa Indonesia karena tidak termuat dalam KBBI) sudah banyak digunakan dalam wacana-wacana umum, koran dan sebagainya. Dalam pemakaian-pemakaian yang sudah jamak di media masa tersebut, dolanan di padankan dengan: permainan tradisional (khususnya Jawa).

Kata dolanan merupakan kata bentukan dari bentuk dasar dolan (atau dolen untuk bahasa Jawa jawatimuran) yang termasuk dalam kelas kata verba (kata kerja). Mendapat sufiks (akhiran) -an menjadi dolanan. Dalam masyarakat tutur Jawa (Jember), kata bentukan dolanan bisa masuk dalam dua kelas kata yang berbeda yaitu nomina (kata benda) bermakna mainan dan verba dengan makna bermain.

Contoh:

1) Cak Bur ngajari arek-arek nggawe dolanan teko pring.

2) Dolanan sing disenengi dhewe sodoran.

3) Adik dolanan montor-montoran.

Dalam kalimat pertama, bermakna: Kak Bur mengajari anak-anak membuat mainan dari bambu. Kalimat kedua memiliki makna: Permainan yang paling disukai adalah sodoran. Kalimat ketiga memiliki makna: Adik bermain mobil-mobilan. Kata dolanan dalam kalimat pertama dan kedua termasuk dalam kelas kata nomina. sedangkan dalam kalimat ketiga termasuk dalam kelas kata verba.

Ditinjau dari segitiga makna, kata dolanan pada kalimat pertama: bunyi ujarnya adalah dolanan [dOlanan]; acuan/referennya adalah “benda dari bambu yang menjadi mainan”; maknanya adalah “sesuatu yang bisa digunakan untuk bermain-main”. Kata dolanan dalam kalimat kedua juga memiliki penjabaran yang sama, tapi wujud referennya abstrak. Jadi, kata dolanan dalam kedua kalimat tersebut termasuk bermakna referensial (memiliki refereni/acuan) meskipun dalam kalimat pertama referensinya konkrit sedangkan yang kedua bersifat abstrak.


Baca Tulisan Sejenis:

Dolanan sebagai Media Pendidikan Berkarakter

 

Permainan Tradisional Sepak Tekong dan Strategi Perang Gerilya

One thought on “Dolanan: Dalam Pembahasan Linguistik

  1. Ping-balik: DOLLANAN #2 | Museum Dan Tanah Liat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s