Bahasa Jawa Curah Rejo-an: Sebuah Dialek Bahasa Jawa


Curah Rejo, sebuah dusun yang ada di desa Sukamakmur Kecamatan Ajung, Jember. Warga Curah Rejo adalah masyarakat penutur bahasa Jawa, sedangkan warga dua dusun yang mengapitnya (dusun Curah Kendal dan dusun Plalangan) adalah penutur bahasa Madura.

Seperti halnya bahasa Indonesia, bahasa Jawa juga memiliki kata ganti orang kedua yang terikat dan tidak terikat (bebas). Bentuk kata ganti orang kedua bebas yang sepadan dengan kamu dalam bahasa Jawa ada beberapa macam: kowe/kuwe yang banyak digunakan penutur Jawa di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian Barat; koen (baca ko.en bukan kun) yang banyak digunakan penutur Jawa di Jawa Timur dan peno [pәnO] yang digunakan di Surabaya. Dari beberapa variasi kata ganti orang kedua bebas tersebut melahirkan bentuk terikat yang sama yaitu /-mu/: klambimu apik (bajumu bagus).

Dalam hal kata ganti orang kedua terikat, bahasa Jawa di dusun Curah Rejo memiliki perbedaan dengan kaidah di atas. Di samping juga masih dijumpai ucapan: klambimu yang bermakna bajumu juga banyak ditemui bentuk klambiem (baca: klambiyem) contoh lain yaitu kata yang diakhiri dengan konsonan mak dilekati bentuk orang kedua terikat menjadi makem (baca: mak.em). Jadi, ketiga orang Curah Rejo menuturkan kata makem ada dua kemungkinan arti yaitu makan dan ibumu tergantung pada konteks kalimat dan percakapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s