Makna


Pendahuluan
Peran bahasa sebagai alat interaksi sosial sangat besar. Bahasa diperlukan dalam setiap kegiatan antara lain: keagamaan, politik, pendidikan dan sebagainya. Bahasa telah memudahkan semua kegiatan itu dengan baik karena bahasa bahasa mampu mentransfer keinginan, gagasan, kehendak, dan emosi dari seseorang kepada orang lain.
Sebagai alat komunikasi bahasa memiliki hambatan yang banyak disebabkan kemampuan berbahasa dan bernalar penuturnya kurang, sehingga seringkali mereka tidak membedakan antara makna, informasi dan maksud. Jadi, makna sama saja dengan informasi dan maksud.
Memang dalam Tesaurus Bahasa Indonesia Alfabetis Pusat Bahasa (2009:368) salah satu sinonim makna adalah maksud. Namuan, apakah sesederhana itu konsep tentang makna?
Rumusan masalah:

1. Apa pengertian atau definisi makna yang tepat?
2. Pendekatan apa saja yang digunakan untuk mendefinisikan makna?
Tujuan penulisan:
1. Menjelaskan pengertian makna secara tepat.
2. Menyebutkan dan menjelaskan pendekatan makna yang dikemukakan ahli bahasa.

Pengertian Makna
Makna adalah setiap tanda linguistik terdiri dari unsur bunyi (signifiant) dan unsur makna (signifie). Kedua unsur ini adalah unsur dalam bahasa (intralingual) yang merujuk kepada sesuatu referen yang merupakan unsur luar bahasa (ekstralingual) (Chaer 1995:29).
Misalnya, tanda linguitik yang dieja memiliki penanda (unsur dalam bahasa) dan yang ditandai (unsur luar bahasa). Unsur dalam bahasa terdiri dari unsur bunyi [k, u, r, s, i] dan unsur makna ‘kursi’ sedangkan Unsur luar bahasa merupakan bendanya yang juga merupakan tempat duduk.
Tanda lingustik tidak selalu berwujud kata, tapi bisa saja berwujud gabungan kata (kalimat majemuk). Misalnya, Kursi Presiden.
Hubungan antara kata/bunyi, makna/konsep dan referen/rujukan dapat digambarkan dengan segitiga semantik:
Konsep/makna
(bola)

Kata/leksem rujukan
Bunyi [bola]
Hubungan antara kata dengan maknanya bersifat langsung begitu pula hubungan antara konsep dengan bendanya. Tetapi hubungan antara kata dengan benda di dunia nyata tidak langsung.
Menurut Pateda (2001:82) makna adalah hubungan antara nama dan pengertian. Acuan tidak disebut-sebut karena acuan berada di luar jangkauan linguis.
Hubungan antara kata dan maknanya bersifat arbitrer namun bersifat konvensional. Jadi, secara sinkronis hubungan antara kata dengan maknanya (makna sebuah kata) tidak akan berubah. Secara diakronis ada kemungkinan berubah sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat yang bersangkutan.
Tidak semua kata memiliki rujukan atau referen. Segitiga semantik hanya bisa diterapkan untuk kelas nomina, kelas verba dan ajektifa. Tapi, kata preposisi: di, ke, dari dan konjungsi: kalau, meskipun, karena tidak merujuk pada sauatu referen. Kata yang tidak memiliki referensi ini disebut kata yang tidak bermakna referensial sedangkan yang memiliki rujukan disebut kata bermakna referensial.
Pada dasarnya referen sebuah kata adalah tetap. Adanya kesan perubahan adalah karena digunakannya kata itu secara metaforis.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat (2008:864) makna adalah (i) arti; (ii) maksud pembicara atau penulis; (iii) pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa makna bersinonim dengan arti, maksud dan pengertian.
Dalam ilmu semantik makna memiliki perbedaan dengan maksud. Makna termasuk dalam segi kebahasaan atau pengujaran sedangkan maksud dari segi subjektif yaitu pemakai bahasa (Chaer, 1995:36). Pengertian adalah hubungan antara bahasa dan dunia kenyataan manusia (Pateda, 2001:90).

Pendekatan Makna
Makna dapat dibicarakan dari dua pendekatan, yakni pendekatan analitik atau referensial dan pendekatan operasional. Pendekatan analitik ingin mencari makna dengan cara menguraikannya atas segmen-segmen utama, sedangkan pendekatan operasional ingin memperlajari kata dalam penggunaannya (Pateda 2001:86).
Pendekatan analitik adalah dengan cara menguraikan segmen-segmen utama. Segmen dalam kajian linguistik dalam KBBI (2008:1241) adalah satuan bahasa yang diabstrasikan dari kesatuan wicara atau teks. Jadi diabstraksikan atau digambarkan. Pateda dalam Semantik Leksikal memberikan contoh kata istri dapat diuraikan menjadi:
– Perempuan.
– Telah bersuami.
– Kemungkinan telah beranak.
– Manusia.
– Ramah-tamah.
– Berambut panjang.
– Berfungsi sebagai pendamping suami.
– Hak dan kewajibannya tidak berbeda dengan suami. (Pateda 2001:87).
Menurut Djajasudarma (1993) pendekatan operasional adalah pendekatan yang dapat menentukan tepatnya makna sebuah kata, di dalam kalimat. Tepat tidaknya penggunaan kata dalam sebuah kalimat dapat digunakan tes substitusi. Misalnya kata sebab dan karena:
– Ia sakit karena mandi di hujan.
– Ia sakit sebab mandi di hujan.
Terlihat bahwa kata sebab dan karena dapat saling menyulih (sinonim mutlak).
Berdasar penjelasan di atas dapat diketahui bahwa pendekatan analitik atau referensial lebih mengacu pada makna dalam kata yang bersangkutan sedangkan pendekatan operasional selain mengacu pada makna dalam kata juga menekankan penggunaan kata tersebut di dalam susunan kalimat.
Selain pendekatan analitik dan operasional ada pula pendektan lain yaitu pendekatan ekstensional dan intensional. Pendekatan ekstensional adalah pendekatan yang memusatkan perhatian pada penggunaan kata di dalam konteks. Pendekatan intensional adalah pendekatan yang memusatkan perhatian pada struktur-struktur konseptual yang beruhubungan dengan satuan-satuan utama (Djajasudarma 1993:2).
Pendekatan ekstensional boleh saja menunjuk pada keseluruhan, kejadian, abstraksi atau reaksi pembicara terhadap satuan-satuan. Sebaliknya, pendekatan intensional memusatkan perhatian padsa struktur-struktur konseptual yang berhubungan dengan unit linguistik tertentu dan meramalkan bagaimana unit-unit tersebut dapt digunakan di dalam usaha memaknakan acuan tertentu. Pendekatan intensional didasarkan pada prosedur mengontraskan dan membandingkan bukan proses pembayangan (Pateda 2001:88).
Jadi, pada dasarnya pendekatan ekstensional memiliki kemiripan dengan pendekatan operasional yaitu sama-sama memusatkan perhatian pada penggunaan kata. Sedangkan pendekatan intensional memiliki kemiripan dengan pendekatan analitik yaitu sama-sama memusatkan perhatian kepada makna kata itu sendiri tanpa melibatkan konsep yang ada.
Namun, dalam pendekatan analitik tidak disebutkan penguraian segmen atau unit linguistik berwujud pembandingan atau penggambaran. Sedangkan dalam pendekatan intensional jelas disebutkan pendekatan ini didasarkan pada prosedur pembandingan bukan pembayangan terhadap wujud konkretnya, sifat, besar, warna, tinggi dan panjang.

Kesimpulan
Makna adalah tanda linguistik yang memiliki hubungan antara unsur bunyi (signifiant) dan unsur makna (signifie) yang bersifat arbitrer. Tidak semua kata memiliki rujukan (acuan) kata yang memiliki rujukan disebut kata yang bermakna referensial sedangkan kata yang tidak memiliki rujukan disebut kata yang tidak bermakna referensial.
Pendekatan mengenai makna ada empat macam. Yang pertama, pendekatan analitik yang memusatkan pada cara mecari makna dengan cara menguraikan segmen-segmen (unsur-unsur) utama. Yang kedua, pendekatan operasional memusatkan pada penggunaan sebuah kata dalam susunan sebuah kalimat. Yang ketiga, pendekatan ekstensional yang memusatkan perhatian pada penggunaan kata di dalam konteks. Yang keempat, pendekatan intensional yang memusatkan perhatian pada struktur-struktur koseptual yang berhubungan dengan unit-unit utama.

Daftar Rujukan

Chaer, Abdul. 1995. Pengantar Semantik Bahsa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajasudarma, Fatimah. 1993. Semantik 2, Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Eresco.
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (edisi keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sugono, Dendy. 2009. Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonsia Pusat Bahasa. Jakarta: Mizan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s