Antara Sakit Gigi dan Sakit Hati


Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini…. Bagitulah sepotong syair lagu dangdut yang dipopulerkan oleh Meggy Z. Menurut syair lagu itu, sakit hati lebih parah dari sakit gigi. Mungkin banyak yang setuju dengan pendapat itu. Bahkan ada teman saya yang sampai sampai sakit seluruh badannya karena sedang sakit hati, sedang bertengkar dengan pacarnya. Menurut penuturannya, sampai-sampai tidak enak makan dan berat badannya turun drastis. Saya jadi kasihan, bukan karena apa, tapi karena teman saya ini badannya sudah kurus kering. Jika berat badannya terus turun bisa jadi tinggal tulang berbalut kulit.

Akhir-akhir ini sepertinya hubungan mereka baik-baik saja. Meski sempat saya dengar mereka putus, tapi setelah mulai kuliah saya lihat mereka kembali bersama. Dasar cinta, sama seperti sakit gigi, kadang datang tiba-tiba tapi kalau disuruh pergi sulitnya setengah mati.

Bagi saya pribadi, sakit gigi lebih menyusahkan daripada sakit hati. Seperti yang saya katakana tadi, sakit gigi disuruh pergi susahnya setengah mati tapi rasa sakitnya sudah tigaperempat mati. Empat hari yang lalu sakit gigi saya kambuh, tapi baru kemarin mencapai puncak kesakitan yang tak tertahankan bahkan diikuti bengkak dipipi yang semakin memperparah kejelekan wajah saya yang sebelumnya sudah sangat parah. Sebelumnya sudah saya obati dengan obat sakit gigi pemberian kakak saya. Meskipun dia bukan dokter dia paham obat sakit gigi karena juga sering sakit gigi.

Meskipun sakitnya gigi tidak begitu parah setelah meminum obat pemberian kakak saya, bengkaknya semakain parah tidak keruan. Atas desakan dari sahabat saya, saya berusaha pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Di dua puskesmas yang saya datangi tidak tampak batang gigi dokter gigi, sama-sama sudah pulang. Sulit sekali menghilangkan sakit gigi ini.

Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke dokter gigi meskipun dengan pertimbangan biaya yang lebih mahal. Oleh dokter gigi, gusi saya disuntik. Sakitnya bukan buatan, saya semakin yakin bahwa sakit gigi lebih parah dari sakit hati. Dan yang membuat sakit hati lebih parah dari sakit hati adalah biaya yang harus saya keluarkan untuk membayar dokter gigi. Sebagai orang dari kalangan ekonomi kelas bawah tentu harus merogoh kocek lebih dalam demi kesembuhan.

Sementara ini, saya memutuskan bahwa syair lagu Meggy Z salah besar. Keputusan ini bersifat sementara karena saya masih belum pernah merasakan sakit hati yang sampai menjalar kemana-mana. Mungkin keputusan ini akan berubah dengan jika telah mendapat sandaran hati. Hehehe. Bagaimana dengan Anda???

2 thoughts on “Antara Sakit Gigi dan Sakit Hati

  1. hmmm… itu kan dr perspektif org yg sakit gigi… bda lg ntar lo dr org yg sakit hati… intinya itu sma2 g enak….wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s