TAUHID DAN IMAN


TAUHID DAN IMAN

Muntijo, dkk

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil alamin, wassholatuwassalamuaka asrofil anbiya wal mursalin wa ala alihi waashabihi ajmain.

Dengan mengucap puji syukur kepada Allah swt. yang mana dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya, serta sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita kita Rasulullah saw, beserta para keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Dalam penyelesaian makalah ini kami tidak lepas dari pihak-pihak yang telah membantu baik secara moril maupun spiritual sehingga kami mampu me-nyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Jadi, kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing Pendidikan Agama Islam Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember serta teman-teman angkatan 2009 serta pihak-pihak lain yang telah membantu.

Kami menyadari adanya banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh kare-na itu kami mengharap kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar kami dapat memperbaiki kesalahan yang mungkin ada dalam makalah kami ini. Dan kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi pihak-pihak yang mungkin memerlukan keterengan yang ada dalam makalah ini.

Akhir Oktober 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, laju pergerakan moral bukan malah semakin membaik namun justru semakin merosot tajam yang disebabkan oleh modernisasi dan westernisasi. Termasuk di dalamnya adalah generasi muda Islam. Lebih banyak memperhatikan penampilan dan menafikan keagungan Islam, agamnya sendiri. Bahkan yang lebih parah tidak mengetahui ajaran Islam yang paling mendasar sekalipun, yaitu tentang Keimanan dan Tauhid.

Padahal seharusnya, generasi penerus panji Islam haruslah mengetahui, mengahayati dan mengamalkan Tauhid dan Iman masing-masing. Memang masalah Keimanan dan Tauhid tidak mendapat banyak perhatian dikalangan muslim sendiri.

Oleh karena itu makalah ini akan berusaha menjabarkan apa itu Tauhid, Iman berserta cabang-cabangnya serta apa sebenarnya fungsi dari iman dalam agama Islam. Agar kita dapat memahami makna dari Iman dan Tauhid dan pada akhirnya kita mampu mengamalkannya.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah-masalah yang akan kami bahas antara lain:

  1. pengertian Tauhid. d an Iman
  2. cabang-cabang Iman.
  3. manfaat Iman.

1.3 Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan kami antaralain:

  1. menjabarkan pengertian Iman dan Tauhid.
  2. untuk mengetahui cabang-cabang Iman
  3. untuk mengetahui manfaat dari Iman


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Aqidah

Aqidah berasl dari kata aqada –ya’qidu –iqdan yang berarti simpul, ikatan, dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk menjadi aqidatan (aqidah) berate kepercayaan atau keyakinan. Kaitan antara aqdan dengan aqidatan adalah behwa keyakinan itu tersimpul dan tertambat dengan kokoh dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. Makna aqidah secara etimologis ini akan lebih jelas apabila dikaitkan dengan pengertian terminologisnya seperti diungkapkan oleh Hasan al Banna:

“Aqaid (bentuk jamak dari aqidah) adalah beberapa perkara yangwajib diakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan.”

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa, Keyakinan itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan. Oleh karena itu untuk sampai kepada keyakinan, manusia harus memiliki ilmu sehingga ia dapat menerima kebenaran dengan sepenuh ahti setelah mengetahui dalil-dalilnya.

Dan, aqidah harus mampu membawa ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya. Untuk itu diperlukan adanya keselaransan antara keyakinan lahiriah dan batiniah. Pertentangan antara kedua hal tersebut akan melahirkan kemunafikan.

2.2 Rukun Iman

2.2.1 Iman Kepada Allah swt.

Keyakinan kepada Allah Yang Maha Esa (tauhid) merupakan titik pusat keimanan, karenaitu setiap aktivits seorang muslim senantias dipertautkan secaa vertikal kepada Allah swt. Pekerjaan seorang muslim yang dilandasi keimanan dan dimulai dengan niat karena mencari keridhoan allah akan mempunyai nilai ibadah di sisi Allah.

Islam mengajarkan bahwa iman kepada Allah harus bersih dan murni, menutup setiap celah yang memungkinkan masuknya syirik.

“Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, yang Maha Esa.(1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.(2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,(3) Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.(4)’.” (QS Al-Ikhlas)

Masuknya paham-paham yang merusak tauhi menyebabkan orang terjatuh pada syirik. Syirik merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu….” (QS An Nisa’: 48)

Sedangkan tauhid itu sendiri adalah mengiktikadkan (meyakini) bahwa Allah itu Esa (satu) tidak ada sekutu bagi-Nya. Iktikad itu harus dihayati, baik dalam niat, amal, maupun maksud dan tujuannya.

Tujuh macam sikap tauhid

  1. Tauhid Zat ((ذات

Mengiktikadkan bahwa Zat Allah itu Esa, tidak berbilang, Zat Allah hanya dimiliki Allah saja, setiap makhluk tidak akan memilikinya dan tidak akan mengetahuinya terbuat dari unsure apa saja.

Rasulullah saw. bersabda:

“Pikirkanlah ciptaan Allah dan jangan pikirkan Zat Allah karena engkau akan hancur”. (HR Abu Nuaim dari Ibnu Umar)

  1. Tauhid Sifat

Adalah mengiktikadkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menyamai sifat Allah, dan hanya Allah saja yang memiliki sifat kesempurnaan.

  1. 3. Tauhid Wujud

Adalah mengiktikadkan bahwa hanya Allah yang wajib ada. Adanya Allah tidak membutuhkan kepada yang menciptakan (mengadakan)

“Dialah yang Awal dan yang akhir .” (Al Hadiid: 3)

  1. 4. Tauhid Af’al

Adalah mengiktikadkan bahwa allah sendiri yang mencipta dan memelihara alam semesta.

“..Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (Al Furqan: 2)

  1. 5. Tauhid Ibadah

Adalah mengiktikadkan bahwa hanya allah saja yang berhak dipuja dan dipuji. Memuja dan memuji selain Allah serta sikap ingin dipuji maupun dipuja, baikyang terang-terangan maupun yang tersembunyi (dalam hati) adalah perbuatan syirik pula.

“Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya.” (Al Mukminun: 32)

  1. 6. Tauhid Qasdi

Adalah mengiktikadkan bahwa hanya kepada Allah-lah segala amal ditujukan. Setiap amal dilakukkan secara langsung tanpa perantara serta ditujukan hanya untuk memperoleh keridhoan Allah semata.

  1. Tauhid Tasyri

Adalah mengiktikadkan bahwa hanya Allah pembuat peraturan (hukum) yang paling sempurna bagi makhluk. Allah adalah sumber dari segala sumber hukum.

Iman kepada Allah mencakup iman kepada seluruh firman-Nya. Apabila seseorang telah beriman kepada Allah, maka secara otomatis ia beriman kepada kitab, malaikant, Rasul-Nya, hari kiamat, serta qada dan qadar.

2.2.2 Iman Kepada Malaikat

Allah telah menciptakan sejenis makhluk ghaib, yaitu malaikat di samping makhluk lainnya. Malaikat diberi tugas-tugas khusu yang ada hubungannya dengan wahyu, rasuk, manusia, alam semesta, akhirat dan sebagainya. Malaikat mempunyai sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya. Dengan izin dari Allah, malaikat dapat menjelam kea lam materi (manusia)

“Sesungguhnya telah datang utusan-utusan kami kepada Ibrohim dengan membawa kabar gembira sambil berkata: ‘selamatlah’. Ia menjawab: ‘selamat’. Maka tidak lama kemudian Ibrohim menyuguhkan anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya mereka tidak menjamahnya, Ibrohim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat berkata: ‘janganlah kamu takut, sesungguhnya kami adalah malaikat-malaikat yang diutus kepada kaum Luth’” (QS Hud: 69-70)

Ciri-ciri malaikat

  1. mereka makhluk yang selalu patuh dan taat kepada Allah.
  1. mereka makhluk yang tidak pernah berdosa dan bermaksiat.
  2. mereka makhluk yang tidak pernah sombong dan selalu bertasbih.

Pengetahuan manusia tentang malaikat sangat terbatas, hanya berdasarkan penjelasan Al-Qur’an dan Assunnah.

Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman berserta tugas-tugas mereka adalah:

  1. Jibril – Menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah, SWT.
  2. Mikail – Membagi rezeki kepada seluruh makhluk, di antaranya menu-runkan hujan.
  3. Israfil – Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat
  4. Izrail – Mencabut nyawa seluruh makhluk
  5. Munkar – Memeriksa amal perbuatan manusia di alam kubur
  6. Nakir – Memeriksa amal perbuatan manusia di alam kubur
  7. Raqib – Mencatat amal baik manusia ketika hidup di dunia
  8. Atid – Mencatat amal buruk manusia ketika hidup di dunia
  9. Malik – Menjaga neraka dengan bengis dan kejam
  10. Ridwan – Menjaga sorga dengan lemah lembut

Selain nama dan tugas malaikat yang wajib diketahui di atas ada pula malaikat lain yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Diantaranya,

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al Ahzab: 56)

2.2.3 Iman Kepada Kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah adalah juga merupakan satu kesatuan terhadap kewajiban kita untuk iman kepada Allah swt.

Allah menurunkan wahyu kepada para nabi danrasul, untuk sebagian dari mereka wahyu itu terkumpul dalam kitab-kitab antara lain:

  1. Zabur yang diturunkan kepada Daud A.S
  2. Taurat yang diturunkan kepada Musa A.S
  3. Injil yang diturunkan kepada Isa A.S
  4. Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad SAW

Semua kitab yang diturunkan Allah kepada nabi dan rasul-Nya memuat ajaran tauhid atau mengesakan Allah. Sedangkan tata cara penyembaha (ibadahnya) atau syariat yang terdapat di dalamnua berbeda-beda. Setiap muslim wajib beriman kepada empat kitab-kitab Allah dan meyakini isinya yang memuat tuntunan Allah untuk umat manusia dieranya. Namun, dengan datangnya Al-Qur’an  hukum-hukum (syariat) yang sebelumnya ada dalam kitab-kitab sebelumnya telah dihapus atau direvisi secara otomatis oleh Al-Qur’an.

Kitab-kitab suci Allah yang ada sekarang ini sudah mengalami perubahan isi kecuali Al-Qur’an. Perubahan yang sangat mencolok adalah dari tauhid menjadi syirik. Dalam hal inilah Al-Qur’an diturunkan untuk merevisi kitab yang telah banyak mengalami perubahan itu, serta untuk menyempurnakan ajaran-Nya.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.…”(Al Maidah: 48)

Al-Qur’an memberikan keterangan yang lengkap tentang pokok-pokok agama. Menampung perkembangan pikiran manusia higga puncak tetinggi yang dapat dicapai manusia.

Dalam Al-Qur’an dapat menjawab tantangan terhadap kebenaran ajarannya mulai dari jaman nabi hingga sekarang. Bahkan menjadi kitab yang tetap bahasanya mulai dari awal diturunkan hingga sekarang dan akhir zaman, meskipun diterjemahkan harus tetap disertai naskah asli yang berbahasa arab.

Ayat-ayat Al-Qur’an ada yang sudah sangat jelas maksud dari isinya sehingga tidak memerlukan penjelasan yang panjang lebar, seperti masalah hukum Islam, perintah puasa, sholat, puasa dan berjihad dijalan-Nya. Namun, ada juga yang masih membutuhkan penjelasan yang panjang lebar dalam tafsir-tafsir yang disusun oleh salafus shalih, seperti yang meliputi perumpaan, susunan langit, Allah itu dekat, dan sebagainya itu harus memerlukan penjelasan yang lebih.

2.2.4 Iman Kepada Para Rasul

Rasul adalah manusia pilihan yang menerima wahyu dari Allah untuk disampai-kan kepada ummatnya dan sekalaigus sebagia contoh konkret pribadi manusia yang baik. Kisah para Rasul dikisahkan dalam Al-Qur’an ada 25 nabi, namun ada pula yang tidak dikisahkan didalamnya.

“Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (An Nisa’: 164)

Nabi dan Rasul terdahulu diutus untuk tempat dan waktu tertentu saja, maka ajaran yang dibawanya pun hanya sesuai dan berlaku untuk tempat dan waktu tertentu pula. Juga dengan hukum syariah yang berbeda namun dengan akidah/tauhid yang sama.

Setelah itu Allah mengutus nabi terakhir pembawa syariah bagi seluruh umat manusia tidak hanya untuk wilayah tertentu dan waktu tertentu. Nabi terakhir yang diutus sebagai pamungkas dan rahmat seluruh manusia di semesta raya.

“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al Anbiya: 107)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu” (Al Maidah: 3)

Jadi, Agama Islam sudah sempurna jadi tidak perlu lagi adanya nabi baru setelah nabi Muhammad saw

2.2.5 Iman Kepada Hari Kiamat

Semua makhluk hidup mengalami kematian. Manusia meninggal dalam berbagai tingakatan usia. Hewan dan tumbuhan perlahan mengalami keamtian bahkan kepunahan. Mineral dalam bumi juga terkikis habis. Begitu juga dengan matahari sebagai sumber panas dan cahaya mengalami perubahan yang kelak juga akan rusak. Jadi, semua yang ada di alam ini kan mengalami kehancuran, kecuali Allah semata. Firman-Nya:

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Al Qashash: 88)

Islam mengajarkan bahwa kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah kehidupan dunia ini.

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. kemudian masing-masing diri diberi Balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (Al Baqarah: 281)

Kiamat dan Hari Perhitungan

Gambaran kiamat tidak ada yang tahu bagaimana akan datang, kapan terjadinya. Hanya Allah yang mengetahuninya. Gambaran kiamat yang diberikan Allah dalam Al-Qur’an antar lain: bumi hancur lebur, segala isinya keluar, gunung-gunung menjadi debu, orang tua tidak memperdulikan anaknya dan anak tidak lagi mengenali orang tuanya.

Setelah kiamat, maka manusia akan dikumpulkan kembali mulai dari Adam A.S hingga manusia terakhir yang menempati alam, untuk diperhitungkan amalannya. Hari itulah yang disebut dengan Yaumul Hisab (hari perhitungan)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al Dzalzalah: 7-8)

Pengadilan tuhan ini berlangsung dengan seadil-adilnya sehingga tidak ada satu pun perbuatan manusis yang terlewat dari pengamatan Allah, tidak satu pun yang diperlakukan tidak adil.

Siksa Neraka

Manusia yang mengingkari kebenaran Allah akan menjalani masa panjang dalam siksaan yang tak terkirakan pedihnya. Siksa itu diterimanya bukanlah karena Allah tidak sayang kepadanya, melainkan karena ia sendirilah yang tidak sayang kepada dirinya.

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?  (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, Yang (membakar) sampai ke hati.” (Al Humazah: 4-7)

“Dalam (siksaan) angin yang Amat panas, dan air panas yang mendidih, Dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (Al Waqi’ah: 42-44)

Kenikamatan Surga

Kaum muslim ahli surga digambarkan Allah sebagai “golongan kanan” yang menikmati pahala surga sebagai balasan ketakwaannya.

“Dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), Dan naungan yang terbentang luas, Dan air yang tercurah, Dan buah-buahan yang banyak, Yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.” (Al Waqi’ah: 27-34)

2.2.6 Iman Kepada Qada dan Qadar

Secara sederhana  dapat diartikan bahwa qada adalah ketetapan Allah yang telah ditetapkan (tetapi tidak kita ketahui), sedang qadar ialah ketetapan Allah yang telah terbukti (dikerahui sudah terjadi).

Setiap muslim wajib meyakini bahwa allah swt. Maha kuasa serta memiliki wewenang mutalk untuk menurunkan ketentuan apa saja bagi makhluk-Nya. Demikian juga setap muslim wahib meyakini sepenuhnya bahwa manusia diberi kebebasan memilih dan menetukan nasibnya sendiri dengan segala kemampuan usahanya serta doanya kepada Allah. Qada Allah telah berlaku sejak manusia masih berada dalam rahim ibunya. Ia lahir ke dunia tanpa diberi hak untuk memilih siapa ayah ibunya, dan sebagai bangsa apa ia dilahirkan dan sebagainya. Dalam pengembangan dirinya, ia diikat oleh ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh Allah bagi dirinya sesuai dengan hukum Allah dan syariah Allah.

2.3 Manfaat Beriman

Pengaruh Iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Dibawah ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.

2.3.1 melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda

Orang yang beriman hanya percaya kepada Allah. Jika Allah hendak memberikan peertolongan, maka tidak ada satu kekkuatanpun yang dapat mencegahnya atau sebaliknya. Karena jelahs pada dasarnya semua makhluk tidak mempunyai kekuatan apapun. Jikalau ada yang dapat memberikan manfaat semata-mata hanya kehendak Allah.

2.3.2 menanamkan semangat berani mati

Takut mati menyebabkan manuusia menjadi pengecut. Banyak manusia yang tidak berani mengatakan kebenaran karena takut menghadapi resiko. Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa hidup mati seseorang ada di tangan Allah swt.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh…” (An Nisa’: 78)

2.3.3 menanamkan sikap “self help” dalam kehidupan

Kebutuhan hidup adalah hal yang paling mendasar bagi kehidupan manusia. Ada manusia yang sampai berbuat maksiat demi mendapatkan rizki. Namun, orang beriman mempunyai pegangan tersendiri, yaitu:

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Hud: 6)

2.3.4 melahirkan sikap ikhlas

Iman memberikan pengaruh bagi seseoarang untuk selalu berbuat dengan ikhlas, tanpa pamrih, kecuali keridoan Allah semata.

2.3.5 selalu berbuat baik dimanapun berada

Barang siapa yang beriman pasti akan meyakini bahwa dimanapun dia berada akan diawasi oleh Allah. Karena iman kepada Allah berarti juga beriman kepada sifat Allah yang diantaranya adalah Maha Melihat.

2.3.6 sabar akan cobaan yang dihadapi

Orang yang beriman pasti meyakini bahwa segala cobaan ini adalah datang dari Allah sesuai dengan kemampan makhluk (manusia) yang diuji. Dan barang siapa yang mampu melewati ujian akan ditingkatkan keimannnya.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Rukun Iman ada enam yaitu, iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada kitab Allah, iman kepada rusul, iman kepada hari akhir (kiamat), dan iman kepada qada dan qadar baik yang baik ataupun yang buruk. Dan keimanan itu sendiri adalah meyakini dalam hati tanpa keragu-raguan sama sekali yang timbul dalam diri.

Barang siapa yang beriman pasti akan mendapat keutaman dalam dunia disisnya. Dan pasti akan mampu menghadapi segala sesuatu yang ada dalam dunia ini dengan tabah hati dan lapang dada. Tiada daya dan upaya melainkan Allah.

3.2 Kritik dan Saran

Hendaknya kita bisa mempertebal keimanan kita agar bisa menjadi muslim yang lebih baik. Bukan berarti harus menjadi orang yang sok alim namun, setidaknya kita harus berusaha untuk menjadi makhluk Allah yang taat. Terlebih lagi setelah kita mengetahui manfaat dari Iman itu sendiri.

Daftar Pustaka

 

Azra, Azumardi, dkk.2002. Buku Teks Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi.Departemen Agama.

 


Baca Tulisan Sejenis:

Ruang Lingkung Agama Islam

Cerpen Religius Gus Mus

2 thoughts on “TAUHID DAN IMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s