Yang Penting adalah Maksudnya


Yang Penting adalah Maksudnya

Apa yang Anda pikir ketika membaca tulisan di foto ini? Jika Anda memiliki bermacam-macam penafsiran, berarti Anda memiliki pemikiran yang sama dengan saya.

Tulisan ini ada di sebuah masjid di Jalan Sumatera, Jember. Tepatnya di dinding tempat wudlu’. Awalnya, saya hanya sekilas saya melihat. Karena telanjur bisa membaca dengan refleks tentu saya bisa membaca tulisan ini meski hanya melihat sekilas. Sekalian saja saya ambil gambarnya.

Bagi yang mendalami Bahasa Indonesia tentu tulisan ini melanggar beberapa kaidah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (tidak sesuai ejaan yang disempurnakan). Yang pertama, penulisan DI HARAP seharusnya, antara di dan harap tidak dipisah diharap. di yang dipisah adalah di yang menunjukkan kata tempat. Misalnya, di masjid, di Jember, di sini (jadi, penulisan di yang kedua dalam ‘peringatan’ di atas sudah benar). Yang kedua, kata NYUCI, dalam kaidah morfologi Bahasa Indonesia, tidak dikenal imbuhan (afiks) N- (nassal/sengau) yang dikenal adalah afiks meN- (baca: me- nassal). Jadi, sebaiknya ditulis, mencuci. Afiks N- dikenal dalam tatabahasa bahasa Jawa dan Madura, contoh nyemplung (Jawa: mencebur) dari kata dasar cemplung dan nyongok (Madura: melihat) dari kata dasar congok. Jadi, berdasar perbandingan sederhana ini, pembuat ‘peringatan’di atas kemungkinan penutur Bahasa Jawa atau Bahasa Madura, sehingga terjadi interferensi (pengaruh) bahasa daerah terhadap Bahasa Indonesia. Dan, hal ini (interferensi) sangat mungkin terjadi, bahkan oleh seorang Presiden sekalipun.

Selanjutnya, yang membuat saya tergelitik adalah penggunaan kata yang tumpang tindih sehingga terjadi kerancuan dalam kalimat ‘maaf… di harap mohon jangan …’ di situ ada harap dan mohon kedua kata ini berkedudukan sama, yaitu memperhalus perintah, jadi hendaknya digunakan salah satu saja, tidak perlu keduanya sekaligus. Tetapi, kedua kata ini tidak cocok diikuti kata jangan, yang cocok diikuti kata tidak. Jadi, penulisan yang (menurut saya) benar adalah diaharap tidak mencuci disini atau dimohon tidak mencuci disini, jika ingin tetap menggunakan jangan, maka sebaiknya cukup ditulis jangan mencuci disini. Atau jika ingin lebih tegas lagi bisa ditulis dilarang mencuci di sini, tapi terkesan kurang sopan.

Menurut salah seorang teman saya, ‘peringatan’ di atas lebih baik jika ditulis mohon tidak mencuci di sini kecuali untuk bersuci. Kenapa harus ada pengecualian? Hal ini diperlukan untuk menghindari kemungkinan kesalahan penafsiran dari orang yang hendak wudlu’ (bersuci dari hadast/najis kecil) di tempat itu. Jika hanya ditulis mohon tidak mencuci di sini maka mencuci tangan, mencuci muka dan mencuci kaki juga tidak boleh. Padahal tiga kegiatan mencuci tersebut merupakan rukun wudlu’ yang harus dilaksanakan. Jika tidak boleh mencuci tiga anggota tubuh itu, maka wudlu’ tidak sah.

Penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar memang tidak semudah yang kita pikirkan. Karena kesalahan dalam berbahasa Indonesia tidak sengaja kita lakukan dan seakan-akan kita telah benar. Seperti yang saya katakan di awal, presiden pun bisa salah dalam berbahasa Indonesia apalagi kita rakyat awam. Bukti lain bahwa kita masih sering salah dalam berbahasa Indonesia adalah Ujian Nasional tahun 2010 banyak siswa SMP yang tidak lulus karena mata pelajaran Bahasa Indonesia, bahasa milik sendiri.

Terlepas dari salah atau benarnya penulisan ‘peringatan’ di atas, saya berpendapat, penulisnya adalah orang yang sangat sopan santun (watak bangsa Indonesia yang dikenal bangsa lain). Dalam ‘peringantan’ di atas digunakan maaf, diharap, mohon dan jangan serta terima kasih. Lima kata ini menunjukkan kesopanannya. Jika orang yang menulis tidak sopan bisa saja ditulis, Dilarang mencuci disini!!!

Dan, yang terpenting dari ‘peringatan’ itu adalah tujuannya. Tujuannya adalah memberi tahu kepada orang bahwa tidak boleh mencuci (baju) di tempat wudlu’. Saya yakin orang yang bisa membaca akan langsung paham dengan apa yang dimaksud oleh penulisnya (takmir). Jika orang yang membaca tulisan ini memiliki moral yang baik, maka dia tidak akan mencuci baju di tempat itu meskipun pada awalnya bertujuan untuk mencuci  baju di tempat itu. Bagaimana dengan Anda??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s